Kompensasi Dibayar, Carrefour Hengkang

Posted: 05/03/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Perseteruan PT Carrefour Indonesia dan PT Bayu Jaya Lestari Sukses (BJLS) akhirnya reda, kedua belah pihak menandatangani kesepakatan damai. Carrefour pun bersedia hengkang setelah BJLS membayar kompensasi.
Demikian terungkap dalam acara penandatanganan perjanjian perdamaian (dading), antara PT Carrefour Indonesia dan PT BJLS kemarin Kamis (4/3) di ruang Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel.
Isi perjanjian perdamaian yang ditandatangani kedua belah pihak dan disaksikan Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Ir H Eddy Hermanto SH MM, tersebut, menyatakan pada Pasal 1 Carrefour bersedia pindah dari lokasinya sekarang di Mall Palembang Square paling lama sembilan bulan terhitung 16 Oktober 2009. Selama jangka waktu tersebut hak Carrefour sebagai penyewa seperti air bersih, listrik, telepon dan lain-lain, dijamin sepenuhnya oleh PT BJLS, sebaliknya kewajiban sebagai penyewa seperti pembayaran uang sewa tetap harus dipenuhi seperti biasa.
Selanjutnya pada Pasal 2, dikarenakan sesuai perjanjian dengan PT BJLS, PT Carrefour masih mempunyai hak sewa sampai 2023, untuk penyelesaian kompensasinya dilakukan dengan musyawarah mufakat. Jika tidak terjadi kesepakatan maka akan ditempuh jalur hukum ke pengadilan negeri klas I A Palembang, juga jika PT BJLS merasa dirugikan, penyelesaiannya ditempuh melalui upaya hukum yang sama.
Pada Pasal 3, kedua belah pihak tidak akan mengajukan masalah ini ke lembaga arbitrase karena Gubernur Sumsel, telah bertindak sebagai arbitrase tunggal dalam penyelesaian sengketa Carrefour-BJLS. Pada pasal terakhir, yaitu Pasal 4 menyebutkan, perjanjian perdamaian tersebut mengikat, dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak, disaksikan oleh Asisten Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, dan akan dituangkan dalam akta notaris.
Usai penandatanganan, Eksternal Comunication Manager PT Carrefour Hendri Satrio, menjelaskan, atas mediasi yang dilakukan Gubernur Sumsel, 16 Oktober 2009 lalu, pihaknya menyatakan sepakat untuk berdamai dengan PT BJLS, dan akan keluar dari Palembang Square setelah PT BJLS membayar kompensasi.
“Kesepakatan damai ini diharapkan menjadi hal yang baik bagi masyarakat Sumsel, dan kami akan keluar setelah kompensasi dibayarkan. Kami yakin BJLS pasti menepati janjinya, sehingga sebelum sembilan bulan kompensasi sudah dibayarkan,” terang dia.
Namun, Hendri belum dapat menyampaikan berapa nominal kompensasi yang akan dibayarkan PT BJLS kepada pihaknya, karena masih dalam perhitungan pihak BJLS. Mengenai opsi dari Gubernur tentang lokasi Carrefour di Jakabaring, masih menjadi opsi pihaknya untuk melalui proses pembahasan internal lebih lanjut.
“Opsi itu belum menjadi pilihan kami, tapi memang intinya sekecil mungkin kami menghindari jangan sampai mengecewakan customer kami, hingga saat ini mengenai lokasi Carrefour masih dalam tahap diskusi,” katanya.
Sedangkan Pengacara PT BJLS, Haryono menyatakan kelegaan pihak PT BJLS, karena setelah melewati pembahasan dan hambatan yang lama, kemarin telah ditempuh jalur damai. “Yang ditandatangani hari ini tidak ada perbedaan seperti yang disepakati saat mediasi Gubernur di Griya Agung beberapa bulan lalu, kami mengucapkan terimakasih kepada Gubernur dan Pemprov Sumsel, yang berhasil memediasi persoalan ini,” ungkapnya.
Namun, pihaknya berharap, apa yang telah disepakati dan ditandatangani kemarin, agar dapat diimplementasikan, dipatuhi kedua belah pihak. Mengenai pembayaran kompensasi, pihaknya juga belum dapat memberitahukan, karena pihak Carrefour dan BJLS masing-masing sedang menghitung kompensasi secara objektif.
Ditanya apakah masih ada kemungkinan perpanjangan masa bagi Carrefour di PS Mall, menurutnya tidak perlu diperpanjang lagi, karena sudah disepakati sebelumnya, dan pihak Carrefour telah diberikan tenggang waktu selama tujuh bulan untuk melakukan persiapan.
Sementara itu, PR Manager PT BJLS, Liza Sako menambahkan, untuk calon pengganti Carrefour di PS Mall terbuka untuk umum, sampai sekarang sudah ada empat perusahaan yang berminat mengisi lokasi Carrefour yang sekarang. “Semuanya dari Jakarta, dan belum pernah masuk ke Palembang, tapi kita belum bisa memberitahukan sekarang itu siapa,” jelas dia.
Sedangkan Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Daerah, Ir H Eddy Hermanto SH MM, menjelaskan, penandatanganan kemarin hanya tindak lanjut dari pertemuan mediasi antara Gubernur, PT BJLS dan PT Carrefour Indonesia beberapa waktu lalu di Griya Agung.
“Selama ini terhambat kesibukan masing-masing, tapi hakekatnya isi perjanjian pada Oktober lalu dihadapan Gubernur itulah yang kita sepakati, perbedaannya jika pada Oktober lalu hanya notulen rapat, hari ini (kemarin-red) dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama,” ujarnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s