Aturan Mendirikan Tempat Ibadah, Banyak Belum Difahami

Posted: 04/03/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Masyarakat bahkan aparat kecamatan dan kelurahan, banyak belum memahami aturan dan persyaratan mendirikan tempat ibadah di wilayahnya, sehingga dapat memicu konflik umat beragama.
Demikian diungkapkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumsel, Drs H Salim usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin di kantor Gubernur Sumsel Rabu (3/3). Berdasarkan pemantauan FKUB Sumsel di kabupaten/kota, disimpulkan, masih banyak masyarakat baik yang akan mendirikan tempat ibadah agama mereka, atau masyarakat setempat, bahkan aparat pemerintahan tingkat kecamatan dan kelurahan belum memahami aturan mendirikan tempat ibadah.
“Di lapangan, terkadang masih ada beberapa Camat dan Lurah yang belum mengerti aturan ini, mungkin sosialisasi belum sampai ke mereka. Sehingga mereka belum memahami aturannya, seperti pasal-pasal tertentu tentang pendirian rumah ibadah,” jelas Salim.
Salim menerangkan, persyaratan pendirian rumah ibadah, antara lain umat yang memerlukan tempat ibadah itu harus berjumlah minimal 90 orang dibuktikan dengan identitas KTP dikawasan tersebut. Syarat selanjutnya, ada persetujuan pendirian rumah ibadah dari warga sekitar sebanyak 60 orang warga. “Nah, tidak seluruhnya Camat mengerti syarat-syarat itu, memang sudah ada yang faham tapi banyak juga yang belum,” jelas dia.
Namun, sosialisasi Permenag dan Permendagri nomor 8 dan nomor 9 tahun 2009, tentang cara memelihara kerukunan dan juga pendirian rumah ibadah ini, terus pihaknya lakukan, melalui FKUB-FKUB di kabupaten/kota. “Kita mengupayakan agar masyarakat terutama Camat dan Lurah memahami aturan ini, sehingga dalam rangka pendirian rumah ibadah tidak lagi terjadi konflik dalam umat beragama,” katanya sembari menjelaskan, Pengurus FKUB terdiri dari tokoh-tokoh lima agama, yaitu Islam, Kristen, Protestan, Hindu, Budha.
Masih di kantor Gubernur, Kakanwil Kemenag Sumsel, Drs H Najib Haitami MM, melalui Kasubbag Hukmas dan KUB Kemenag Sumsel, Saefudin Latief SAg, menambahkan, jika warga yang memerlukan pendirian tempat ibadah belum mencapai persyaratan 90 orang, atau sudah mencapai 90 orang namun belum disetujui warga, maka hal ini akan dikembalikan pada pemerintah daerah setempat, untuk memfasilitasi tempat ibadah bagi umat tersebut.
Terpisah, Kabankesbangpol Linmas Sumsel, H Rusli Nawi mengatakan, sejauh ini belum ditemukan konflik antar umat beragama di Sumsel, dan masih kondusif. Mengenai sosialisasi FKUB, pihaknya akan memberikan bantuan pendanaan kepada FKUB khususnya untuk sosialisasi.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s