Sumsel Siaga Bencana Lima Provinsi

Posted: 03/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Provinsi Sumsel telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel dan Sriwijaya Crisis Center (SCC), pada apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana Provinsi Sumsel, di halaman kantor BPBD Sumsel di Jalan Bandara Internasional SMB II Palembang Selasa (2/3) kemarin. Sumsel dinyatakan siap siaga menjadi sentral penanggulangan bencana di lima provinsi seperti Sumsel, Babel, Lampung, Bengkulu dan Jambi.
Acara apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana Provinsi Sumsel, dipimpin langsung Gubernur Sumsel, dihadiri Kapolda Sumsel, Kasdam, DPRD Sumsel, BNPB RI, Dinkes, Dinsos, Dishub, Dinas PU BM, Dinas PU CK, Dishut, Kesbangpol Linmas, BMG, PMI, Kepolisian, Orari, Tagana Sumsel, Angkatan Udara, Angkatan Laut, Angkatan Darat, SAR dan instansi terkait lainnya.
Saat apel, Gubernur menyampaikan, dengan dibentuknya BPBD Sumsel dan Sriwijaya Crisis Center, Sumsel siap siaga menghadapi bencana di Sumsel, dan Sumsel menjadi pusat penanggulangan bencana lima provinsi. “Kita harus siap siaga terhadap bencana, namun yang terpenting adalah mencegah datangnya bencana itu. Jika kita tidak menebang pohon selama lima tahun ke depan, kita tidak akan mengalami banjir lagi,” kata Alex.
Pada sambutannya itu Gubernur juga mengatakan, bencana yang sering melanda Sumsel yaitu banjir, longsor dan puting beliung. Mengenai masalah banjir yang melanda akhir-akhir ini, ia meminta seluruh kepala daerah cepat tanggap, dan saat melakukan pembangunan pemukiman warga khususnya dibantaran sungai, bangunan rumahnya harus memiliki tiang untuk mengantisipasi banjir akibat luapan air.
Sementara, laporan ketua pelaksana BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto SH menyampaikan, BPBD telah efektif bekerja, menanggulangi bencana dan memberikan bantuan tanggap darurat kepada daerah tertimpa musibah, serta telah menginventarisasi kerusakan jalan, infrastruktur, sawah, kebun dan lainnya. “Pihak swasta seperti PT Pusri, Persatuan Pengusaha Tiong Hoa juga telah banyak membantu,” katanya.
Yulizar mengatakan, BPBD bertekad menjadikan Sumsel sebagai pusat penanggulangan bencana baik regional maupun nasional, yang terdepan, cepat, tepat, professional dan prima. Dengan tindak lanjut yaitu mengadakan rapat kerja regional Sumbagsel pada April 2010 mendatang, guna merumuskan penanggulangan bencana terpadu di wilayah Sumbagsel.
Usai apel, Gubernur didampingi Kapolda Sumsel, dan pejabat lainnya, melakukan peninjauan kelengkapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana daerah yang dimiliki Provinsi Sumsel, seperti meninjau tenda Dinsos, Dinkes, Dishut dan lainnya. Gubernur juga melihat mobil penyedot air dari Jerman, mobil pemadam kebakaran hutan, meninjau gudang obat-obatan, dan bahkan Gubernur sempat berinteraksi dengan Wakil Bupati Musi Rawas, via handy talky di tenda Dishub Kominfo untuk menanyakan kondisi banjir di Musi Rawas.
Dalam perbincangan singkat tersebut, Wakil Bupati Mura melaporkan kebutuhan masyarakat korban banjir telah terpenuhi, begitu juga dengan pengobatan, posko serta puskesmas telah disiagakan untuk mencegah masyarakat terkena penyakit. Menanggapi hal itu, Gubernur mengatakan, jika masih diperlukan bantuan, Pemkab Mura dapat berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel.
Disela meninjau tenda-tenda perlengkapan, Gubernur mengatakan, semua dinas terkait sudah siap melakukan tugasnya dan terpusat di kantor BPBD, ia menyarankan agar tempat sarana komunikasi jangan ditempatkan di dalam tenda, namun dibuat ruang khusus yang lebih layak. Ia juga mengatakan, di luas lahan kantor BPBD Sumsel mencapai enam hektar tersebut, Pemprov Sumsel akan melengkapi fasilitas penanggulangan bencana yang diperlukan, dengan menganggarkan dana melalui APBD induk dan perubahan 2011.
“BPBD akan stand by 24 jam, di sini juga dijadikan tempat pelatihan dan asrama petugas, kantor ikatan perawat dan ikatan bidan juga akan ditempatkan di sini,” terang Gubernur.
Di tenda Dinsos, Koordinator Tagana Sumsel, Drs HM Sumarwan menjelaskan kepada Gubernur, tagana menyiapkan 100 bed, 100 tenda regu dan perlengkapan lainnya, personel tagana juga akan disiagakan di kantor BPBD.
Begitu juga saat meninjau tenda Dinkes, Kadinkes Sumsel, Zulkarnain Noerdin menjelaskan, untuk bencana Dinkes telah menyiapkan 14 tenda untuk rawat jalan dan rawat inap, dan juga perlengkapan transportasi dan persediaan obat di gudang. “Untuk personel kita siagakan 20 orang,” katanya.
Sebelumnya, di Kantor Gubernur, Alex menjelaskan, meski baru terbentuk BPBD langsung mendapatkan bantuan dari Ketua Umum PMI Pusat, H Jusuf Kalla, bantuan tersebut berupa satu unit helikopter dan dua mobil amphibi. Menanggapi bantuan ini, Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto, mengatakan, bantuan dari PMI Pusat tentu akan sangat bermanfaat bagi BPBD dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, sehingga ia menyambut baik bantuan tersebut.
Menurut Yulizar, BPBD baru terbentuk sekitar satu bulan lalu, meski begitu secara administrasi BPBD sudah efektif bekerja, dengan jalur koordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan lainnya. “BPBD harus besar, dan harus didukung fasilitas yang kuat, dengan melakukan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan SCC,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s