Pembangunan Rumah Murah Terhambat Banjir

Posted: 03/03/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Pembangunan rumah murah sektor non formal di Kelurahan Keramasan Kertapati, saat ini terhambat banjir, aktifitas pembangunan terpaksa dihentikan, menunggu air surut.
Pantauan beberapa hari terakhir, lokasi pembangunan rumah murah bagi sektor non formal yaitu penarik becak, sopir, pengojek, dan lainnya sepi aktifitas, kantor sementara para pekerja tampak tertutup. Meski bangunan rumah tidak terendam air karena memiliki tiang, air menggenangi kawasan perumahan dengan kedalaman setengah meter lebih, sehingga akses pekerja ke bangunan rumah sangat sulit dicapai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Ir H Rizal Abdullah Dipl SE MT di Gedung DPRD Sumsel Selasa (2/3) mengakui, kegiatan pembangunan rumah murah sektor non formal terpaksa dihentikan sementara, pasalnya banjir yang melanda Sumsel termasuk Palembang beberapa waktu terakhir menenggelamkan lokasi pembangunan. “Pelaksanaan harus terus berjalan, tapi seperti yang dilihat, karena situasi sedang banjir pekerjaan belum dapat dilanjutkan, tapi meski air belum surut, kalau pekerja bisa beraktifitas akan tetap dilanjutkan,” jelasnya.
Untuk rumah murah sektor formal di Jakabaring, Rizal menjelaskan, sekarang sudah selesai 400 unit rumah, pihaknya akan segera melakukan pemasangan fasilitas pendukung seperti listrik, PDAM juga jalan di komplek perumahan. “Untuk 600 unit rumah lainnya juga bertahap dibangun,” katanya.
Sementara itu, Asisten III Pemprov Sumsel, Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dr Aidit Aziz juga mengatakan, rumah sektor non formal di Kelurahan Keramasan, sudah banyak terbangun. Namun, sejauh ini pihak pengembang masih terkendala cuaca di musim hujan, sehingga menjadi permasalahan pembangunan khususnya pembangunan jembatan cor beton untuk akses warga ke perumahan.
“Kita minta adanya percepatan, seperti rumah murah sektor formal di Jakabaring, dalam waktu dekat 400 rumah diakad kreditkan, setelah rumah non formal banyak yang selesai kita juga akan lakukan akad kredit, dengan catatan pihak PLN dan pihak PDAM sudah memastikan kapal tanggal listrik serta air bersih bisa digunakan, karena dikhawatirkan setelah sudah akad kredit PLN dan PDAM belum siap,” jelasnya.
Rumah murah sektor non formal menurutnya, akan dibagi per kecamatan di Palembang, setiap kecamatannya akan dijatah untuk 50 orang. Bagi yang belum kebagian namun sudah mendaftar, namanya sudah terdata dan akan dimasukkan pada tahapan pembangunan berikutnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s