Pejabat Pemprov Sumsel, Dites Urine Dadakan

Posted: 02/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

Pejabat Pemprov Sumsel, Dites Urine Dadakan
– 8 Pejabat Terindikasi Gunakan Narkoba

InformasiPagi, Sumsel

Rapat pengarahan Gubernur Sumsel kepada para pejabat lingkungan Pemprov Sumsel kemarin Senin (1/3), mendadak diganti menjadi tes urine, tak pelak para pejabat Pemprov Sumsel terkejut.
Dalam sambutan pengarahan kemarin, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin tidak lama berbicara, ia mengatakan, tes urine para pejabat pemerintahan pernah dilakukannya sekitar 1.000 pejabat di Muba. “Selanjutnya, yang ada diruangan ini, tidak boleh keluar karena akan diadakan tes urine,” kata Gubernur singkat.
Tak lama berselang, seluruh petugas dari Direktorat Narkoba Polda Sumsel, dan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sumsel melakukan tugasnya dibantu Satuan Pol PP, menjaga ketat setiap pintu di Graha Bina Praja Sumsel, agar tidak boleh ada pejabat yang keluar, bahkan beberapa saat para wartawan juga belum diperbolehkan masuk Graha Bina Praja.
Disela tes urine, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, tes urine akan dilakukan setiap tahun, kemarin tes memang dilakukan secara dadakan, untuk mengecek para pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel dari eselon I sampai eselon III, apakah mengonsumsi narkoba, karena menurutnya, para pejabat Pemprov Sumsel harus menjadi contoh bagi pegawai lain dan masyarakat yang dipimpinnya.
Ditegaskan Gubernur, bagi yang ketahuan positif menggunakan narkoba dimintanya tidak menggunakan lagi, namun tetap akan menerima resiko dikenakan sanksi yaitu tindakan hukum dan sanksi administrasi. “Dalam satu menit urine di tes sudah dapat diketahui hasilnya, sehingga langsung diketahui siapa yang kena, sekarang sudah ada yang terindikasi urinenya positif, dan akan ditindak lanjuti,” katanya.
Namun sambung Alex, beberapa pejabat yang terindikasi positif tersebut belum tentu positif menggunakan narkoba, karena banyak yang mengonsumsi sejumlah obatan seperti obat jantung, obat sakit kepala, untuk itulah akan dilakukan tes darah sebagai tes lanjutan. Gubernur mengaku, mencurigai sejumlah pejabat yang mengonsumsi narkoba, namun ketika diadakan tes ada pejabat yang tidak hadir.
“Saya gak main-main, bagi pejabat yang tidak hadir hari ini, akan dicarikan waktu yang tepat untuk dilakukan tes lagi, agar mereka tidak dapat mengelak. Gubernur saja di tes, tapi saya merokok saja tidak, dan Insya Allah tidak kena,” jelas dia.
Ditempat yang sama Ketua BNP Sumsel, Chozali Hanan, menjelaskan, rencananya jumlah pejabat yang dites urine kemarin yaitu pejabat eselon II 49 orang dan pejabat eselon III 245 orang, dengan total 294 orang yang dites. “Tapi, ini belum tentu ini hadir semua,” jelasnya.
Chozali menerangkan, teknik pemeriksaan yang dilakukan, pertama dilakukan pendataan, pejabat lalu mengisi absensi dan blanko dengan mencantumkan jenis obat, jika bersangkutan mengonsumsi obat, karena akan mempengaruhi air seni. Pejabat lalu membawa tabung urine ke dalam toilet untuk diisi air seni, baru diserahkan ke laboratorium yang diuji paramedis dari RS Ernaldi Bahar dan Direktorat Narkoba Polda Sumsel, selang beberapa menit sudah dapat dilihat hasil apakah pejabat tersebut terindikasi atau tidak.
“Kalau ada yang terindikasi, itu belum dikatakan positif terkena narkoba, karena masih akan dilakukan penertiban lebih lanjut yaitu tes darah. Data sementara ada empat laki-laki dan empat perempuan yang terindikasi mengonsumsi obat, sehingga harus dites darah hari ini juga (kemarin-red), untuk diketahui sejauh mana ketergantungan terhadap obat itu,” katanya.
Disela tes, Direktur Direktorat Narkoba Polda Sumsel, Kombespol Teguh Prayitno mengatakan, petugas yang diturunkan Dit Narkoba 24 orang, ditambah Petugas Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) Polda 6 orang dengan total 30 orang. Menurut dia, pihaknya tidak memiliki hak untuk mempublikasikan jumlah yang terindikasi positif, kalaupun ada terindikasi positif, masih dikatakan positif reaktif artinya positif karena beberapa faktor. “Nanti akan dilihat lagi dan diambil darah, ditanya mengonsumsi obat apa, kalau ternyata bertentangan tidak menutup kemungkinan dilakukan pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.
Menurut Teguh, saat tes ada empat pejabat yang namanya ada didaftar namun tidak ada orangnya, kemungkinan ada pekerjaan atau memang menghindar dari tes, namun kepastian alasannya masih dikroscek.
Menanggapi tes urine, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Zulkarnain Noerdin, menyambut baik, dan ia pribadi tidak merasakan cemas, karena menurutnya jika tidak mengonsumsi narkoba mengapa harus cemas.
Ia juga menjelaskan, terindikasi belum tentu menggunakan narkoba, bisa saja menggunakan obatan, jamu atau lainnya, sehingga saat mengisi formulir perlu dijelaskan sering mengonsumsi obat apa, dokternya siapa, agar jelas. “Bisa saja obat-obatan yang dikonsumsi tersebut bahannya sama seperti narkoba, tapi hanya bisa diketahui melalui tes darah, dan pemeriksaan lanjutan kedua dan ketiga,” terang dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s