Curah Hujan di Sumsel Ekstrem

Posted: 01/03/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Dalam seminggu terakhir curah hujan di Sumsel di beberapa daerah sudah dikategorikan ekstrem, mencapai 200 milimeter per minggu yang normalnya 100 milimeter per minggu. Sementara Pusat Informasi Departemen Kehutanan menyebutkan, suhu permukaan bumi tembus 0,6-1,5 derajat celcius, dan permukaan air laut naik 0,5 meter.
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika, SMB II Palembang, Setiadi melalui Kasi Observasi, Agus Santosa menjelaskan, bulan Februari memang puncaknya curah hujan tinggi bahkan tergolong ekstrem dibeberapa daerah meski tidak terjadi setiap hari. “Di bagian barat Sumsel seperti Pagaralam, Lahat, Mura, curah hujan memang ekstrem yaitu tembus 200 milimeter per minggu, normalnya maksimum 100 milimeter per minggu,” kata Agus Jumat (26/2).
Namun sambung Agus, berbeda di Palembang, curah hujan masih kategori normal di bulan Februari antara 10-20 milimeter per hari, belum pernah tembus 50 milimeter per hari, menurutnya, musim hujan akan berakhir mulai April, Mei.
Sebelumnya, diwawancara di Hotel Horison Kamis (25/2), Kepala Pusat Informasi Departemen Kehutanan RI, Masyhud, mengatakan, sekarang sudah terjadi perubahan global, dengan meningkatnya suhu bumi antara 0,6-1,5 derajat celcius, dan permukaan air laut yang naik mencapai 0,5 meter, hal inilah salah satunya yang menyebabkan air sungai meluap dan suhu panas yang ekstrim.
“Ini dampaknya luar biasa, kalau kita tidak terus berupaya menurunkan emisi, maka itu akan berlanjut dan meningkat, salah satunya daerah yang dulunya tidak pernah banjir berpotensi menjadi banjir,” katanya.
Penurunan emisi ini telah dilakukan dalam berbagai cara, seperti dalam bentuk mitigasi atau kegiatan penanaman pohon, juga melakukan adaptasi seperti penganganan ilegal logging, illegal trade, penanganan perambahan hutan, penanganan kebakaran hutan dan lainnya.
Dijelaskannya, langkah-langkah percepatan penanggulangan dampak perubahan global tersebut, Kementrian Kehutanan telah memprogramkan kegiatan penanaman, yaitu pada 2010-2020 akan melakukan penanaman pohon di 21 juta hektar, yang per tahunnya sekitar 1,6 juta hektar, melalui berbagai skema.
“Skema tersebut seperti 500 ribu dalam skema hutan kemasyarakatan, hutan desa dan hutan tanaman rakyat, 500 ribu rehabilitasi hutan dan lahan, 500 ribu lagi untuk hutan tanaman industri, sekitar 400 ribu restorasi ekosistem, 500 ribu lagi untuk hutan rakyat kemitraan, sehingga per tahunnya mencapai sekitar 1,6 juta hektar lahan tertanam pohon,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s