BLH Pantau Kualitas Air Sungai Musi

Posted: 01/03/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumsel, pada 2009 lalu mencatat kualitas air di 17 titik pantau pada 12 sungai dan anak sungai di Sumsel, melampaui standar baku mutu.
Kepala BLH Sumsel, Ahmad Najib Sabtu (27/2) mengatakan, Sungai Musi merupakan sarana paling vital dan dibutuhkan masyarakat Sumsel, baik untuk transportasi atau sumber air minum. Berdasarkan pemantauan BLH pada 2009 di 17 titik pantau 12 sungai dan anak sungai di Sumsel. Disimpulkan bahwa kualitas air Sungai Musi pada titik tertentu, ada beberapa parameter yang melampaui standar baku mutu, beberapa parameter yang melampaui baku mutu tersebut, sumber cemar yang dominan itu adalah dari sektor domestic. “Kita memantau Sungai Musi dengan metode 23 parameter, antara lain parameter DO, pH, Cl2, Total Pospat dan Fecal Coli dan lain-lain,” katanya.
Menurutnya, parameter DO dapat dipengaruhi faktor alami seperti penurunan debit air karena pengurangan kawasan hutan, faktor pH dipengaruhi lahan gambut, untuk Cl2 dan Pospat dapat berasal dari perkebunan seperti penggunakan pupuk dan pestisida, sedangkan limbah rumah tangga seperti detergen dan serbuk pemutih, dan Fecal Coli/Coli Tinja seperti parasit pada tinja manusia maupun hewan.
Selanjutnya kata Najib, 17 titik pantau yang terindikasi melampaui baku mutu tersebut berada di Ulu Sungai Musi, Muara Tebing Tinggi, Muara Kelingi, Muara Batanghari Leko, Muara Lematang, Muara Ogan, Musi P Borang, Musi Sungsang, Sungai Mesuji, Sungai Warkuk Perbatasan Provinsi Lampung, Danau Ranau, Muara Lakitan, Muara Rawas, Musi Intek PDAM, Muara Keramasan, Musi Ampera dan Muara Kuang.
Jadi, secara umum kualitas air di Provinsi Sumsel khususnya Sungai Musi masih memenuhi syarat dari aspek kewajaran untuk air minum dan masih masuk dalam kategori air kelas satu, dengan syarat melalui pengelolaan dahulu, artinya jika akan digunakan untuk air minum harus dimasak. Sehingga ia membantah keraguan air Sungai Musi tidak dapat diminum lagi. “Ada keraguan bahwa air Sungai Musi tidak dapat diminum lagi, itu salah, kan yang kita pantau itu baru 17 titik secara umum, pada waktu dan tempat tertentu, dalam kondisi tertentu,” ujar dia.
Dijelaskannya, pada titik yang melampaui batas standar baku mutu itu, banyak di kawasan padat penduduk dan perusahaan. Namun yang terpenting, pada kawasan yang parameternya melampaui batas standar baku mutu itu harus dikendalikan. “Itu wajar terjadi karena padat penduduk, tapi BLH terus mengendalikan kualitas air melalui pengawasan terhadap perusahaan tersebut, baik sektor pertanian dan lainnya,” terang dia.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s