Anjal Marak di Simpang Jakabaring

Posted: 01/03/2010 in Uncategorized
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Keberadaan anak jalanan (anjal) di persimpangan lampu merah, salah satunya di simpang lampu merah Jakabaring Palembang kembali marak, bahkan belakangan ini ditemukan anjal-anjal berwajah baru. Meski sering ditertibkan, anjal tetap beroperasi hingga malam hari.
Pantauan beberapa hari terakhir baik siang sampai malam hari, termasuk Jumat (26/2). Anjal masih banyak berkeliaran, mayoritas usia sekolah dasar (SD). Pada Kamis malam (25/2) sekitar pukul 19.00 WIB, terlihat beberapa pengemis anak jalanan berwajah baru, meminta-minta di persimpangan lampu merah Jakabaring-Kertapati, jumlahnya tak kurang dari enam orang tersebar di beberapa titik lampu merah.
Ketika BeritaPagi hendak mewawancarai salah seorang anjal mereka menjauh, namun diakui warga anjal memang marak pada malam hari, dan taman-taman lampu merah dijadikan mereka tempat mangkal dan bermain. “Mereka ini ngemis sampe malem, kadang gantian, tapi jarang teliat ado penertiban dari pemerintah,” kata Malik (28) warga Jakabaring ditemui di simpang Jakabaring-Kertapati.
Terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumsel, Hj Siti Romlah MM mengatakan, pihaknya juga serius dalam menangani masalah anak-anak khususnya anjal. Karena ada indikasi perekrutan atau pemanfaatan anak-anak untuk dijadikan pengemis anjal, untuk itu pihaknya menegaskan berbagai pihak untuk tidak melakukan eksploitasi terhadap anak. Karena menurutnya barangsiapa yang mengekploitasi anak, dalam pasal 88, akan dikenakan kurungan penjara 10 tahun dengan denda Rp200 juta.
KPAID Sumsel bersama Dinsos juga tetap akan melakukan sosialisasi dan pemantauan anjal setiap dua minggu sekali, untuk melihat apakah anjal yang dibina KPAID Sumsel masih kembali ke jalan.
Mengenai maraknya anjal dipersimpangan lampu merah, Kepala Dinas Sosial Palembang, Hasbullah Tuwi mengatakan, pihaknya sudah berulang kali menjaring anjal, bahkan beberapa cara sudah dilakukan Dinsos Palembang untuk memberantas anjal ini, hanya saja mereka membande dan tetap kembali ke jalan.
Menurutnya, ketika sudah dijaring para anjal akan mengikuti sidang yustisi yang diadakan setiap Hari Selasa, dan mereka akan dikirim ke panti rehabilitasi, dan selanjutnya akan dibina Dinsos Sumsel.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s