Banjir, Kepala Daerah Tidak Boleh Meninggalkan Tempat

Posted: 27/02/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Karena Sumsel sedang dilanda musibah banjir, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin meminta kepala daerah yang daerahnya sedang dilanda banjir, untuk tidak meninggalkan tempat sebelum suasana kondusif dan banjir reda.
Demikian ditegaskan Gubernur usai menghadiri acara launching Samsat Drive Thru, di Kantor Samsat Rabu (24/2). Menurutnya, dikarenakan Sumsel sedang dilanda musibah banjir di beberapa kabupaten/kota, Gubernur menetapkan Sumsel untuk siaga banjir, bahkan lebih dari itu Gubernur menginstruksikan kepala daerah yaitu Bupati/Walikota yang daerahnya sedang dilanda musibah banjir, untuk tidak meninggalkan daerah disaat situasi belum kondusif, meski itu merupakan kegiatan dinas ataupun mengambil cuti.
“Saya minta kepada seluruh bupati/walikota yang didaerahnya ada bencana, sampai ke jajaran pemerintah bawah seperti camat dan kades untuk tidak meninggalkan tempat, kalaupun cuti dibatalkan, sampai keadaan sudah bisa diatasi. Kalau tidak mengindahkan, pasti ada sanksi, paling tidak kena tegur,” tegas Alex.
Sebab menurut Gubernur, kondisi cuaca tidak dapat diprediksi, hujan akan datang secara tiba-tiba sehingga akan membuat air kembali meluap.
Dijelaskannya, pasca banjir infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang dibangun dengan biaya mahal tersebut akan rusak atau hancur. Namun, inti permasalahan banjir ini harus diselesaikan agar tidak terjadi setiap tahun, yaitu catchment area atau daerah tangkapan air sejak dari hulu di Provinsi Bengkulu sampai ke daerah aliran sungai dan muara di Sungsang mengalami rusak berat.
“Kita harus duduk sama-sama untuk merehabilitir, tentunya ini bukan pekerjaan singkat, namun memakan waktu yang cukup lama dan biaya yang luar biasa, karena itu harus difasilitasi pemerintah pusat,” katanya.
Terpisah, Kadinsos Sumsel, Hj Ratnawati menjelaskan, terdapat 10 daerah terendam banjir di Sumsel, seperti Kabupaten Muara Enim air merendam 4 Kecamatan, 34 Desa, 1.690 KK, di Banyuasin air merendam 2 Kecamatan, 7 Desa, 634 KK, Kota Prabumulih merendam satu Desa dengan 590.
Untuk Kabupaten Ogan Ilir air merendam 4 Kecamatan, 14 Desa dengan 788 KK, OKI air merendam 3 Kecamatan, 12 Desa dengan 391 KK, di OKU Timur air merendam 4 Kecamatan, 1.520 KK, di Musi Banyuasin air merendam 4 Kecamatan dengan 999 KK. OKUS air merendam 5 Kecamatan dengan 683 KK. Untuk di Kabupaten Musi Rawas air merendam 9 Desa dengan 1.950 KK.
Dijelaskannya, Dinsos telah menyalurkan 20 ton beras, minyak tanah, ikan asin, gula, kopi, teh, lauk pauk dan lainnya untuk musibah di Kabupaten Musi Rawas, dan menerjunkan 50 personil Tagana.
“Daerah lain selain Mura sudah kita salurkan bantuan seperti Prabumulih, Muara Enim, OKU Timur, OKI, OKU Selatan, Banyuasin, OI dan lainya, kita juga sudah meminta bantuan logistik dari pusat, jika diperlukan kita masih memiliki stok,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s