Sumsel dan Bengkulu Harus Bahas Banjir

Posted: 25/02/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Permasalahan banjir tidak harus ditangani secara spontanitas dengan bantuan permakanan, namun harus dipecahkan pokok permasalahannya. Provinsi Bengkulu disebutkan memiliki peran menyumbang banjir ke Sumsel, sehingga Eksekutif dan legislatif Sumsel dan Provinsi Bengkulu harus memecahkan persoalan ini. Sementara, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Sumsel dan Dinas PU Pengairan Sumsel telah menyiapkan dana perbaikan infrastruktur.
Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, pada kesempatannya memberikan sambutan di rapat paripurna IX DPRD Provinsi Sumsel di DPRD Sumsel kemarin Senin (22/2). Menurut Alex, ada delapan kabupaten di Sumsel yang mengalami banjir. Selama ini penanganan banjir hanya secara spontanitas dengan membagi bahan makanan seperti beras dan lainnya.
“Tapi ini tidak menyelesaikan pokok permasalahannya, karena di tahun-tahun mendatang, banjir masih akan terjadi lagi, bahkan kemungkinan lebih besar lagi,” kata Gubernur.
Pokok permasalahannya itu sambung Gubernur, adalah water catchment area atau daerah tangkapan banjir dari Sungai Musi yang sudah rusak, juga daerah aliran sungai dan kondisi hutan dari hulu ke hilirnya juga sudah rusak berat, debit air yang besar salah satunya kiriman dari arah Provinsi Bengkulu.
“Perlu ada pembicaraan tingkat tinggi antara legislatif, eksekutif Sumsel dan legislatif, eksekutif Bengkulu, yang difasilitasi pemerintah pusat, untuk membicarakan hal ini dan membicarakan solusinya,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, usai rapat paripurna, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Iskandar Syamuell mengatakan, inisiatif Gubernur Sumsel, masih akan dibicarakan dengan Ketua DPRD Sumsel. “Memang, Komisi IV membidangi pengarian dan jembatan, tapi kami hanya komisi, kita masih harus menunggu keputusan dari Ketua Dewan,” katanya.
Namun menurutnya, pembicaraan lintas provinsi terkait musibah banjir ini memang perlu dilakukan, pasalnya aliran sungai yang masuk ke daerah Sumsel, juga berasal dari gunung di Curup Provinsi Bengkulu. “Limbah sungai akibat penebangan liar itu bersumber dari Bengkulu, sehingga Gubernur Sumsel memandang perlu adanya pembicaraan kedua provinsi untuk merundingkan masalah ini,” jelas Iskandar.
Mengenai banjir di Sumsel, ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk melaksanakan tugasnya. Pihaknya belum mendapatkan laporan terakhir mengenai banjir, namun di daerah Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas, didapatkan informasi ketinggian air sudah mencapai empat meter. “Kita akan adakan rapat, apakah Komisi IV akan turun atau bagaimana,” katanya.
Mengenai kemungkinan penambahan dana perbaikan jalan pada anggaran biaya tambahan 2010 di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, pihaknya akan melihat efektifitasnya. “Karena belum diajukan kita belum tahu, tapi kita akan lihat nanti apakah penggunaan dananya efektif atau tidak, kaerna kita hanya menyetujui dan mengawasi,” ujar dia.

Dinas PU BM Sumsel dan PU Pengairan Siapkan Dana Perbaiki infrastruktur dan Irigasi pasca banjir

Masih di DPRD Sumsel, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumsel, Ir H Hery Amalindo MT mengatakan, hampir sebagian jalan Nasional di Provinsi Sumsel terendam banjir akibat meluapnya sungai-sungai, terakhir di Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas dan Sekayu.
Namun, pihaknya belum dapat berbuat banyak selama banjir, dan terpaksa menunggu sampai air surut dari badan jalan baru melakukan perbaikan jalan, meski peralatan-peralatan perbaikan sudah disiapkan. “Kalau jalan provinsi juga akan diperbaiki, kalau akhir Februari air sudah surut, pekerjaan perbaikan jalan akan segera dilaksanakan,” jelas dia.
Hingga kini pihaknya kata Hery belum dapat menaksir berapa kerugian akibat kerusakan jalan, pihaknya tengah menginventarisir jumlah jalan yang rusak, dan akan mengutamakan perbaikan jalan yang rusak parah atau putus pasca banjir. “Kalau semua sudah surut, kita akan tahu berapa banyak dan dimana saja jalan rusak, sehingga dapat diketahui berapa jumlah dana yang diperlukan untuk perbaikan,” jelasnya.
Dinas PU BM sambung Hery memiliki dana penanggulangan bencana, meski tidak terlalu besar yaitu sekitar Rp6 Miliar, yang dibagi dua wilayah masing-masing Rp3 Miliar. “Wilayah satu mencakup Muara Enim, Pagaralam, Lahat dan sekitarnya, untuk wilayah dua dari Sekayu, OKI, OKU dan lainnya, dengan dana yang kecil itu, kami akan melaksanakan kegiatan yang benar-benar urgen,” terang dia.
Pihaknya berharap, ada penambahan dana dari Anggaran Biaya Tambahan (ABT), karena perbaikan jalan masih membutuhan dana besar.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Sumsel, Ir M Rusdy HM Dipl. HE menjelaskan, total jumlah irigasi di Sumsel mencapai 200 ribu lebih, baik yang besar dan kecil. Namun, sampai sejauh ini pihaknya belum mendapatkan secara pasti, berapa irigasi yang rusak akibat banjir karena dapat diketahui pasca banjir.
Dijelaskannya, pada 2010 telah diprogramkan perbaikan irigasi dengan luas layanan mencapai 15 ribu hektar, anggaran perbaikannya dari APBD sekitar Rp42 Miliar, terdiri dari program sungai, rawa dan irigasi. ribu hektar, dananya sekitar 100 miliar memang sduah ada, Akhir 2010 akan dicoba di 2010 dilaksanakan.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s