20 Persen Media Penyiaran Ditegur

Posted: 25/02/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Provinsi Sumsel memiliki tak kurang 101 media penyiaran elektronik baik radio ataupun televisi, dari jumlah tersebut ada sekitar 20 persen media penyiaran ditegur Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel, karena konten tidak mendidik dan penyampaian bahasa yang tidak baik.
Hal ini diungkapkan Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran, Yenrizal saat diwawancara di sekretariat KPID Sumsel Selasa (23/2) kemarin. Menurutnya, KPID Sumsel telah mengevaluasi media penyiaran di Sumsel, didapatkan hasil sekitar 20 persen dari jumlah 101 media penyiaran diperingatkan/ditegur.
“Ada beberapa radio yang dalam isi siarannya, menggunakan bahasa yang tidak baik dan tidak layak diungkapkan, mungkin karena keasyikan siaran, tapi jelas itu tidak boleh, dan sudah kita peringatkan,” kata Jonizar.
Untuk media penyiaran televisi sambungnya, KPID Sumsel telah menegur stasiun televisi yang menayangkan konten kekerasan dan pornografi, yang sangat tidak mendidik para pemirsa khususnya bagi anak-anak.
“Berdasarkan pengawasan dan laporan serta keluhan masyarakat ke KPID Sumsel belakangan ini, ada stasiun televisi yang menyajikan konten kekerasan seperti acara Opera Van Java dan Seger Bener, dengan memukul kepala atau lainnya. Selain itu ada juga keluhan konten pornografi seperti di acara take me out dan take him out yang terlalu vulgar berpakaian, dan lainnya” ungkap dia.
Dijelaskan Jonizar, semua media penyiaran yang melanggar kode etik sudah ditegur, bahkan media penyiaran tersebut mengakui kesalahan serta mulai berangsur mengurangi bahasa yang tidak baik, konten kekerasan, pornografi. “Kita terus mengevaluasi dan mengawasi media penyiaran ini dan membinanya,” ujarnya.
Selain itu, mengenai pengusulan perpanjangan masa jabatan pengurus KPID Sumsel, Wakil Ketua KPID Sumsel, Ir Jonizar MT menjelaskan, pihaknya mengusulkan memperpanjang masa jabatan satu tahun lagi kepada Gubernur Sumsel, dengan alasan dari hirarki UU 32 tahun 2002 tentang penyiaran, pada pasal 9 ayat 3 diterangkan masa jabatan pengurus KPID itu selama tiga tahun.
“Tapi berdasarkan SK Gubernur Sumsel pada 2008 lalu tentang penetapan keanggotaan KPID Sumsel, dan pelantikan pengurus KPID tertanggal 11 Maret 2008, mengacu itu kami menganggap masa tiga tahun itu belum terpenuhi sehingga diusulkan perpanjangan satu tahun lagi,” katanya.
Terpisah, Asisten I Bidang Pemerintahan, Pemprov Sumsel, Mukti Sulaiman menjelaskan singkat, pihaknya belum dapat memutuskan tentang pengusulan perpanjangan masa kerja pengurus KPID Sumsel, karena terlebih dahulu akan disampaikan ke Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s