Sumsel Siaga Satu Flu Burung

Posted: 22/02/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Kasus flu burung secara sporadis menyebar di Sumsel, tiga daerah dinyatakan endemis (penyakit secara tetap terdapat di tempat-tempat atau kalangan tertentu dan terbatas-red) Flu Burung. Dinas Peternakan (Disnak) Sumsel menetapkan Sumsel siaga satu untuk kasus flu burung.
Hal ini ditegaskan PLT Kepala Dinas Peternakan Sumsel, Ir Asrillazi Rasyid di kantor Gubernur Sumsel kemarin Jumat (19/2). Disnak mendapatkan laporan ditemukan ayam mati terjangkit flu burung di beberapa daerah antara lain Kabupaten OKI, OKU Timur serta Baturaja.
Untuk mencegah tidak menyebarnya virus avian influenza (AI) tersebut di daerah lain, Disnak Sumsel memperketat jalur masuk hewan masuk ke Sumsel, dengan menempatkan pos keswan (kesehatan hewan) di daerah-daerah perbatasan tempat masuknya hewan, salah satunya di perbatasan OKUS-Lampung. Semua hewan yang akan masuk Sumsel, misalnya dari Pulau Jawa harus mengantungi surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal, surat izin masuk daerah tujuan dan surat izin keluar dari daerah asal.
Siaga satu tersebut, selain memperketat jalur masuk, juga dilakukan pembersihan kandang-kandang ternak di seluruh Sumsel, dengan melakukan penyemprotan rutin. “Seluruh kabupaten sudah dinyatakan untuk siaga, kita sudah menyebarkan 105 orang pengurus, ke seluruh daerah terdiri dari Dinas Peternakan dan dokter hewan, jadi kita sekarang sudah masuk siaga satu untuk semua daerah,” ungkapnya.
Pihaknya sebenarnya telah melakukan kegiatan preventif rutin, namun setelah ditemukannya kasus ini Disnak Sumsel menetapkan Sumsel siaga satu flu burung. “Kalau ada unggas yang terjangkit di suatu daerah, lokasi di peternakan yang terkontimasi flu burung akan di blok, agar hewan tidak dapat keluar untuk dievakuasi, unggas-unggas lain juga tidak boleh masuk ke daerah tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, antara flu burung yang menyerang unggas, sama seperti penyakit unggas yang disebut tetelo. “Penyakitnya hampir mirip, makanya kita nanti akan melakukan pemeriksaan darah terlebih dulu oleh tim khusus kabupaten, untuk dilakukan tindakan preventif,” jelas dia.
Masih di kantor Gubernur Sumsel, Kabid Keswan (kesehatan hewan) dan Kesmavet (kesehatan masyarakat veteriner) Disnak Sumsel, Drh I Wayan Telabah, mengatakan, di Sumsel kasus flu burung sudah ada sejak tahun 2004, kasus flu burung muncul setiap tahun secara sporadis diakibatkan kondisi cuaca, perubahan musim, bencana banjir, yang mengganggu kesehatan hewan.
“Cuaca juga bukan hanya menyebabkan muncul flu burung, tapi juga penyakit lainnya, tapi flu burung menjadi menakutkan karena flu burung ini bisa menular ke manusia yang sifatnya fatal, syukurlah sekarang di Sumsel belum menular kepada orang,” katanya.
Dijelaskan I Wayan, penyebaran flu burung ini sudah terjadi disemua Kabupaten/Kota di Sumsel seperti OKI, OKU Timur, Baturaja dan lainnya kecuali Muba, namun terbanyak di Kabupaten OKU Timur, yang mengakibatkan 3.128 ayam mati mendadak karena terserang flu burung juga tetelo selama Februari 2010. “Kasus di OKUT itu, tersebar di empat Kecamatan, seperti Kecamatan Cempaka, Semendawai Suku II, Buai Madang dan Belitang Madang Raya,” jelas dia.
Untuk mencegah penyebaran, Disnak Sumsel telah membentuk LDCC (Local Diseases Control Center), terdiri dari PDSR-PDSR (Participatory Diseases Search and Respon) di Kabupaten/kota. “Kita memiliki 121 tim tersebar di daerah, untuk OKUT sendiri ada lima tim yang satu timnya terdiri dari dua orang. Tim ini bertugas mengantisipasi penanggulangan flu burung, dan menindak lanjuti kalau ada kasus fllu burung ditemukan,” jelas dia.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s