Dua Tokoh Sumsel Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Posted: 22/02/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Dua tokoh Sumsel yang berjasa bagi masyarakat Sumsel, yaitu HBR Motik dan Residen A Rozak, diusulkan Pemprov Sumsel melalui Dinas Sosial Sumsel, untuk mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan nasional.
Menurut Kepala Dinas Sosial Sumsel, Hj Ratnawati usai acara rapat pengusulan tokoh sumsel menjadi pahlawan di kantornya Jumat (19/2). Pihaknya tengah mengusulkan HBR Motik dan Residen A Rozak menjadi pahlawan nasional asal Sumsel, seperti Sultan Mahmud Badarudin II dan dr AK Gani yang telah diakui menjadi pahlawan nasional asal Sumsel.
Dijelaskan Ratna, pengajuan pahlawan nasional tidak mudah karena harus melengkapi data dan persyaratan seperti riwayat hidup, perjalanan karir pada perjuangan perang melawan penjajah, sehingga memakan waktu lama.
Setelah semua data terlengkapi, juga harus diadakan seminar kepada khalayak umum, karena dari hasil seminar tersebut juga salah satu syarat pengajuan menjadi pahlawan ke pusat. “Kita sedang melengkapi data untuk menetapkan kedua tokoh Sumsel ini, dan kesepakatan mengusulkan dua tokoh ini sudah sejak Februari 2008 lalu, karena salah satu syarat usulan calon pahlawan nasional harus ada rekomendasi dari kepala daerah setempat,” jelas dia.
Masih di Kantor Dinsos, Anggota Badan Pembina Pahlawan Daerah Sumsel, Mayor Infantri Sahbudin menjelaskan, Residen A Rozak salah satu pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, A Rozak merupakan mantan residen Palembang, yang berjuang pada Agresi Belanda ke II saat Belanda ingin merebut Palembang. A Rozak, pernah mendapatkan penghargaan tanda jasa pahlawan dari Presiden Soekarno, dan mendapatkan penghargaan Bintang Mahapati Utama dari Presiden Gusdur.
“Beliau tokoh yang berpendidikan, pernah menjabat mantri polisi, asisten Demang di Pagaralam, Tebing Tinggi, Wachtgelder dan klerk Agraria di kantor Residen Palembang dan jabatan penting lainnya di Palembang. Beliau memang pantas menjadi pahlawan nasional asal Sumsel.
Sedangkan Hj Delima salah satu Residen A Rozak menuturkan, Residen A Rozak lahir di Desa Rasuwan pada 17 September 1981, wafat pada 17 Maret 1982. Pihak keluarga juga kata Hj Delima, sangat menyambut baik Residen A Rozak mendapatkan gelar pahlawan nasional. “Beliau sangat berjasa terhadap Sumsel, yang berjuang untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata anak ketujuh Residen A Rozak ini.Agustian Pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s