Sumsel Menuju Swasembada Kedelai

Posted: 19/02/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Setelah mencapai swasembada beras dan jagung, Sumsel kini melirik komoditas kedelai untuk diswasembadakan, pasalnya hingga kini Sumsel masih impor kedelai dari luar.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Sumsel, Musyrif Suwardi, disela acara pertemuan pemantapan pelaksanaan program Sumatera Selatan Lumbung Pangan dan penyusunan rencana program/kegiatan tahun 2011 di Hotel Budi Kamis (18/2). Acara dihadiri jajaran dinas/badan lingkup Pemerintah Provinsi Sumsel, Bappeda kabupaten/kota se Sumsel, dinas pertanian kabupaten /kota se Sumsel.
Menurut Sekda, Sumsel sudah swasembada pangan, dibidang beras dan jagung artinya Sumsel sudah dapat membantu ke provinsi lain dan diharapkan swasembada tidak hanya di komoditas beras dan jagung saja namun juga komoditas lain.
“Utamanya yang kita kejar sekarang ini adalah swasembada kedelai, karena secara nasional komoditas kedelai ini kita masih mengimpor dari Pulau Jawa dan luar negeri sekitar 500 ribu ton per tahun, ini harus menjadi perhatian kita, pemerintah pusat juga mencanangkan pada 2014 kita harus swasembada kedelai,” kata Sekda didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumsel, Samuel Chatib.
Ia menjelaskan, produksi kedelai di Sumsel sekarang baru mencapai 50 ribu ton per tahun tidak sebanding dengan konsumsi yang di atas 50 ribu ton per tahun, produksi kedelai terbanyak di daerah transmigrasi seperti di Banyuasin dan daerah lain yang menyumbang kedelai seperti di OKUT, namun ke depan produksi akan ditingkatkan lagi.
“Sumsel memiliki potensi yang baik untuk pengembangan komoditas kedelai, karena ditunjang luas lahan pertanian Sumsel yang mencapai 799 ribu hektar, ditambah faktor iklim dan cuaca yang baik untuk sektor pertanian,” jelasnya.
Selain itu sambung Musyrif, setelah swasembada sektor pertanian seperti beras, swasembada jagung, dan fokus pada swasembada kedelai, Sumsel juga berusaha mencapai swasembada di sektor perikanan dan peternakan, sehingga Sumsel menjadi lumbung pangan nasional.
Ia mengatakan, pembangunan ketahanan pangan mempunyai nilai strategis dalam pembangunan nasional dan daerah, kualitas pangan dan gizi yang dikonsumsi penting bagi pembentukan SDM berkualitas, pangan juga merupakan pilar penopang ketahanan ekonomi nasional maupun daerah.
“Dengan potensi sektor pertanian termasuk kehutanan dan perikanan yang cukup besar, Sumsel telah di canangkan oleh Presiden Repubik Indonesia sebagai provinsi lumbung pangan, karena memiliki berbagai potensi di sektor pertanian tanaman pangan,” jelas dia.
Untuk itulah, Pemprov Sumsel tetap mempertahankan dan melanjutkan program strategis, yang telah dicanangkan sejak tahun 2005 yaitu Sumsel lumbung pangan. Karena program tersebut telah dituangkan dalam master plan lumbung pangan tahun 2005-2025 yang juga telah ditetapkan peraturan daerahnya. Namun sejalan dengan perubahan dan dinamika kondisi sosial dan ekonomi, maka dipandang perlu untuk dilakukan review terhadap master plan lumbung pangan tersebut pada tahun 2009.
“Review master plan lumbung pangan provinsi Sumsel diperlukan untuk lebih mensinkronkan dan memantapkan lagi, program-program pembangunan pertanian dalam arti luas dan program pendukung lainnya, yang bertujuan mendorong peningkatan produktivitas komoditi pertanian pangan dan non pangan untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan dan ketahanan petani dan masyarakat Sumsel,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s