Pemprov Bentuk Satgas Pengaman Aset

Posted: 19/02/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Lahan yang menjadi aset Pemprov Sumsel di Jakabaring banyak dimanfaatkan secara ilegal oleh oknum masyarakat, untuk itu Pemprov akan membentuk satgas pengaman aset Pemprov Sumsel.
Demikian terungkap dalam rapat membahas penyelesaian kasus tanah aset Pemprov Sumsel di Jakabaring, di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel Kamis (18/2). Rapat dipimpin Kabiro Pemerintahan Mulyadin Roham, dan dihadiri jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Sumsel, beberapa warga Jakabaring dan unsur muspida Pemprov Sumsel.
Disela rapat, Kabiro Pemerintahan, Mulyadin Roham mengatakan, untuk mengamankan aset milik Pemprov Sumsel, pihaknya akan melakukan pembentukan Satgas khusus aset milik Pemprov Sumsel khususnya aset lahan di Jakabaring.
“Sampai sekarang, lahan milik Pemprov Sumsel masih banyak dikuasai oleh masyarakat, dengan mendirikan bangunan, membuat tempat berjualan liar, bercocok tanam. Jadi, Pemprov akan membentuk Satgas mengamankan aset Pemprov khususnya tanah dari aksi penyerobotan lahan,” kata Mulyadin.
Usai rapat, Mulyadin menjelaskan, jumlah luas lahan milik Pemprov yang ada sekitar 700 hektar, hingga kini jumlah lahan yang telah dibebaskan Pemprov Sumsel terhitung 2009 hingga 2010, baru mencapai sekitar 82 hektar. Untuk pembebasan lahan Pemprov yang dikuasai masyarakat pada 1990-1996 seluas 62 hektar sudah dilakukan. “Lahan di Jakabaring yang digunakan masyarakat itu sah milik Pemprov, karena Pemprov memiliki bukti kuat berupa surat dan sertifikat,” jelasnya.
Lebih lanjut terang Mulyadin, struktur satgas pengaman aset tersebut sudah disusun, yang komposisi anggotanya terdiri dari beberapa elemen seperti Pemerintah Provinsi, Satuan Polisi Pamong Praja, aparat kecamatan, aparat kelurahan, termasuk juga tokoh masyarakat setempat.
“Satgas ini akan mengamankan aset dan menertibkan aset lahan Pemprov di Jakabaring, kita berharap masyarakat yang masih menggunakan lahan untuk kegiatan mereka agar secara sukarela meningglakannya, karena lahan tersebut akan dimanfaatkan Pemerintah untuk pembangunan,” katanya.
Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sumsel, H Mukti Sulaiman mengatakan, karena banyak lahan Pemprov Sumsel di Jakabaring dikuasai masyarakat, Pemprov Sumsel berinisiatif membuat parit berukuran besar lebar empat meter kedalaman empat meter, sebagai batas lahan. “Parit tersebut untuk menandai batas lahan Pemprov dan lahan warga, dibuat dengan ukuran besar agar masyarakat tidak mudah mengaksesnya tanpa izin atau menguasainya,” jelas dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s