1.200 Hektar Sawah Dipastikan Puso

Posted: 18/02/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Tak kurang dari 1.100 hektar sawah di Sumatera Selatan dipastikan mengalami gagal panen karena banjir atau biasa disebut puso. Namun kondisi puso tak mengganggu stok pangan Sumsel.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumsel, Samuel Chatib, di Kantor Gubernur Sumsel Rabu (17/2). Menurutnya, data terakhir diterima pihaknya ada sekitar 11.300 sawah di Muara Enim, Banyuasin, OKI, Musi Rawas, terendam di Sumsel akibat banjir, dan hingga kini yang dipastikan puso sekitar 1.200 hektar.
“Penyebab terendamnya sawah ada dua, pertama curah hutan tinggi dan musim air pasang, sehingga arinya lambat mengalir, saya kira kalau tanaman di bawah umur 40 hari tidak akan berpengaruh. Jika dilihat sifat banjirnya ini tidak akan lama menggenang dan sebagian sawah akan selamat,” jelasnya.
Ia juga memastikan, jumlah sawah yang mengalami puso ini belum mengganggu Sumsel sebagai lumbung pangan, karena Sumsel lumbung pangan dari konteks produksi beras mengalami surplus. Seperti pada 2009 produksi beras hampir 1,9 juta ton sementara konsumsi hanya 750 ribu ton per tahun, atau 65 ribu ton per bulan.
“Kita malah surplus 1,2 juta ton beras, jadi jika dilihat hanya sekitar 2.000 hektar yang terendam, tidak akan mengancam produksi, karena itu belum seberapa. Lagipula setiap tahun kita surplus beras, bahkan membantu provinsi lain, jadi tidak akan mengganggu stok beras, dan tidak mengancam kerawanan pangan secara makro,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel, Hj Nelly Rasdiana menjelaskan, produksi beras Sumsel dapat menuru, akibat lahan terendam banjir, diasumsikannya, jika satu hektar sawah menghasilkan minimal tiga ton gabah, dipastikan puncak panen 2010, produksi beras di Sumsel akan mengalami penurunan hingga 24.474 ton gabah.
Namun, pihaknya telah mengambil langkah antisipatif dengan memberikan bantuan benih, dan jika kondisi sawah mengalami kerusakan, akan dapat sesegera mungkin dilakukan penanaman ulang, sehingga produksi beras tetap berlanjut meski akan terjadi pergeseran musim panen.
“Kalau banjirnya hanya lewat tidak akan menjadi masalah, tapi kalau padi terendam satu minggu lebih, akan berpengaruh dengan kondisi padi, sehingga terjadi puso, karena padi tidak dapat berfotosintesa dan tidak terkena sinar matahari,” ungkapnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s