Kemajuan Teknologi Merubah Budaya

Posted: 17/02/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Kemajuan teknologi memiliki sisi positif dan negatif, meski banyak menguntungkan teknologi juga memberikan akibat tidak baik terhadap budaya, seperti mengurangi rasa kekeluargaan dan silaturahmi. Namun, pemanfaatan teknologi tergantung dari penggunanya.
“Teknologi dengan sendirinya dapat merubah cara berfikir, cara bertindak, dan kebiasaan seseorang,” kata Budayawan Sumsel, Djohan Hanafiah usai acara peresmian Gedung Juang 45 di Jalan OPI Jakabaring kemarin Selasa (16/2).
Djohan menjelaskan, teknologi dapat menciptakan banyak perubahan yang menguntungkan, tapi pengaruh negatifnya tetap ada dan akibat dari kemajuan teknologi itu juga cukup banyak.
“Teknologi ini netral, tergantung yang menggunakannya, seperti internet, kalau digunakan untuk hal tidak baik maka akan menjadi jelek, tapi, kemajuan teknologi lebih banyak menguntungkan,” ujarnya.
Meski diakuinya, dari kemajuan teknologi tersebut ada hal-hal yang belum diterima sepenuhnya oleh masyarakat, dan secara otomatis sedikit mempengaruhi budaya Indonesia khususnya di Sumsel, salah satunya segi silaturahmi antar sesama masyarakat.
“Misalnya dari sisi pendekatan antar sesama, seperti ingin silaturahmi atau mengundang acara, kalau dulu komunikasi dilakukan secara langsung dengan orang yang bersangkutan, tapi sekarang dengan adanya ponsel cukup SMS dari tempat tidur, memang lebih mudah tapi budaya mengalami perubahan. Ada yang bisa menerima undangan melalui SMS (pesan singkat-red), tapi ada yang belum bisa menerimanya,” papar dia.
Silaturahmi dan komunikasi alangkah baiknya dengan bertemu langsung, sehingga niat akan tersampaikan dengan sepenuh hati. Menanggapi pertanyaan, apakah budaya Sumsel mulai luntur akibat tergerus kemajuan teknologi ? ia menyatakan tidak. “Sejauh ini budaya Sumsel kalau dikatakan luntur itu tidak, dan belum luntur seperti bahasa daerah yang sering digunakan, makanan-makanan khas daerah yang masih tetap digunakan, tapi memang budaya sedikit berubah,” katanya.
Sementara itu, menanggapi undangan via SMS, salah satu warga Plaju, Abdul Kadir (33) ditemui di Jakabaring mengatakan, undangan acara akan lebih baik dengan bertemu langsung, minimal menggunakan surat undangan resmi. “Undangan via sms seperti tidak resmi, terkesan tidak niat untuk mengundang dan hanya basa-basi, lain halnya melalui surat undangan, atau datang langsung akan lebih afdol, tidak mengurangi rasa kekeluargaannya,” kata dia.Agustian pratama

Comments
  1. Kalau kita melihat Jepang, mereka adalah negara yang teknologinya maju luar biasa, tapi tetap menjaga budaya lho…

    Menurut saya, sebenarnya tergantung pewarisan budaya itu kepada generasi selanjutnya… Dan penanaman nilai-nilai yang harusnya dimiliki oleh suatu komunitas masayarakat.

    Salam kenal

    http://www.indonesiatekno.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s