Enam Komoditi Agrikultur Hadapi CAFTA

Posted: 14/02/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Agrikultur salah satu sektor unggulan bagi Sumsel menghadapi China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA) atau pasar bebas 2010, Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel yang menaungi sektor agrikultur, telah menyiapkan enam komoditi unggulan dan sisten diversifikasi (penganekaragaman) komoditi hadapi CAFTA.
“Sektor agribisnis adalah salah satu potensi untuk bertahan menghadapi persaingan CAFTA, memang kita harus banyak berbuat, khususnya di perkembangan industri hilir, dan harus meningkatkan mutu produk kita. Sehingga secara otomatis pasar kita akan bersaing dengan produk dari luar,” kata Kepala Disbun Sumsel, Singgih Himawan Sabtu (13/2).
Karena menurut Singgih, untuk komoditi karet Sumsel, standard Indonesian rubbernya kalah saing dengan standard Malaysian rubber, dan standard Thailand rubber, untuk itu harus dilakukan langkah merubah kandungan conten rubber, agar dapat menyamai dengan standard Malaysian dan Thailand rubber.
Namun dijelaskannya, menghadapi CAFTA, sektor perkebunan memiliki empat komoditi unggulan, yaitu Karet, Sawit, Kopi, Kelapa. Namun, pihaknya telah membidik dua komoditi lain yaitu Coklat dan Lada.
“Karena empat komoditi itu bukan harga mati, kita tidak harus berkutat di empat komoditi itu saja, kalau kita terpaku kita tidak akan maksimal bersaing, jadi pengembangan Coklat dan Lada juga sangat potensial,” jelasnya.
Lebih lanjut sambung Singgih, pengembangan dua komoditi tambahan dengan sistem diversifikasi lahan, seperti contoh di lahan perkebunan Kopi juga akan dimasukkan tanaman Coklat atau Lada. “Sehingga kita akan mendapatkan income tahunan dari tanaman Kopi, dan akan mendapatkan income bulanan dari tanaman coklat,” bebernya.
Sistem pengembangan diversifikasi komoditi tersebut sangat potensial dilakukan di daerah tinggi, antara lain daerah Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam, Kabupaten OKUS, Kabupaten Muara Enim, dan Kabupaten Empat Lawang. “Program diversivikasi ini telah kita mulai, salah satunya dengan menambah 200 batang coklat dalam tanaman kopi per hektarnya, ke depan akan diperluas lagi,” ujarnya.
Selain diversifikasi lahan dengan Coklat dan Lada, pihaknya juga mulai mengembangkan kebun Coklat murni, di beberapa kabupaten/kota salah satunya di Kota Lahat. “Pengembangan kebun Coklat murni dan juga Lada juga akan dikembangkan di Kabupaten/kota lain,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s