HET Obat Generik Turun

Posted: 12/02/2010 in Home / Beranda
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Harga eceran tertinggi (HET) obat generik di Sumsel diperbolehkan naik lima persen, dan sekitar 20 persen dari 253 jenis obat generik mengalami penurunan. Kenaikan HET obat generik ini tidak mempengaruhi anggaran program berobat gratis. Apotik pun belum menaikkan harga obat generik.
Pantauan Kamis (11/2) di Apotik Amanah Jalan Radial, harga obat generik belum mengalami kenaikan, seperti obat generik amoxilin untuk antibiotic, masih di harga sekitar Rp4 ribu, dan obat generik asam fenamat untuk penghilang nyeri masih di harga Rp2 ribu.
“Kita beli dari agen obat belum naik, jadi kita tetap menjual dengan harga lama, kalaupun nanti naik kita akan naikkan, kalau turun ya harga diturunkan,” kata Apoteker Apotik Amanah, Lidia.
Senada, Apoteker Apotik Azhar di Jalan KH Ahmad Dahlan, Yuyun menjelaskan, sejak beberapa bulan lalu apotiknya belum menaikkan harga obat generik, seperti obat generik parasetamol penghilang sakit kepala, harganya masih Rp1.500. “Mase hargo lamo tulah, kalu pun naek pasti dikasih tau sebelumnyo, tapi kenaikan obat tergantung pemilik apotiknyo, apo nak dinaeke atau idak,” katanya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Zulkarnain Noerdin, melalui Kabid Farmasi Makanan dan Minuman Dinkes Sumsel, Zainuddin Noor Apt Mkes, mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya telah menerima SK Menteri Kesehatan tentang harga obat generik, dari 253 jenis obat generik HET-nya ada yang harus disesuaikan, bahkan sekitar 20 persen dari jumlah itu obat generiknya mengalami penurunan harga. “Jadi, tidak semua HET obat generik itu naik, dan kenaikan itu boleh diberlakukan sejak keluarnya SK Menkes terhitung 27 Januari lalu, tapi untuk Sumsel kenaikan tidak boleh dari lima persen, karena Sumsel termasuk regional II, berbeda dengan ketentuan HET di wilayah atau regional lainnya,” jelas dia.
Disinggung apakah kenaikan HET obat generik akan berpengaruh terhadap program berobat gratis, ia memastikan tidak akan ada kenaikan anggaran berobat gratis, dan tidak perlu dikhawatirkan. “Anggaran berobat gratis tidak akan terpengaruh dengan naiknya HET ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, antara obat generik dan non generik/obat paten kualitas serta mutunya sama begitu juga dengan uji klinisnya, hanya saja berbeda di kemasan. Kemasan obat generik lebih sederhana berbeda dengan kemasan non generik. “Dari situlah harga obat generik menjadi terjangkau dari non generik, selain itu obat generik juga tidak dipromosikan seperti obat non generik sehingga harganya lebih murah,” katanya.
Pihaknya juga mengimbau, untuk menghindari mendapatkan resep obat-obatan non generik yang otomatis mengeluarkan biaya, saat akan berobat ke dokter, masyarakat miskin harus menerangkan ke dokter bahwa ia pasien miskin melalui jalur jamsoskes dan meminta obat generik.
“Bilang saja dengan dokter minta obat generik, kalau tidak ngomong dokter akan memberikan obat non generik,” saran dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s