30 Persen Ponpes Tak Penuhi Syarat

Posted: 11/02/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Sekitar 800 pondok pesantren (ponpes) di Sumatera Selatan (Sumsel), 30 persen diantaranya tidak memenuhi persyaratan sebagai ponpes, bahkan karena ada dana bantuan dari Pemprov Sumsel, setiap tahunnya terdata sekitar 100 ponpes mendaftarkan diri, dengan harapan dapat bantuan dana.
“Pemerintah Provinsi Sumsel, akan melakukan pendataan ulang, dengan menurunkan tim langsung ke setiap pondok pesantren yang ada di Sumsel, guna mengantisipasi tumbuhnya pondok pasantren yang tidak memenuhi syarat, karena setiap tahun ada sekitar 50-100 ponpes mendaftarkan diri,” kata Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dr Aidit Aziz, usai acara rakor badan amil zakat se Sumsel di Graha Bina Praja Sumsel Rabu (10/2).
Ia menjelaskan, terdapat kurang lebih 800 ratus pondok pasantren yang ada di Sumsel, 30 puluh persen diantaranya tidak memenuhi persyaratan sebagai ponpes, sehingga tidak akan mendapatkan alokasi bantuan operasional pondok pasantren.
Menurutnya, setiap tahun Pemprov Sumsel menyediakan anggaran untuk membantu ponpes, bantuan masjid, ustadz/zah, kegiatan Islam dan bidang lainnya, bantuan untuk bidang keagamaan tersebut dialokasikan melalui anggaran pos bantuan Gubernur Sumsel. Untuk ponpes sendiri Pemprov Sumsel mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp5 Miliar, untuk disalurkan kepada seluruh ponpes yang dinilai perlu mendapatkan bantuan. Pada 2010, anggaran bantuan untuk ponpes akan ditingkatkan, begitu juga dengan jumlah bantuan untuk bidang keagamaan, seperti masjid dan kegiatan Islam lainnya.
“Untuk ponpes yang sudah berkembang akan dikurangi bantuannya, kita juga akan mengupayakan agar ponpes memiliki usaha ekonomi produktif, sehingga tidak terus tergantung dengan bantuan dana dari pemerintah,” katanya.
Terpisah, Ketua Forum Pondok Pesantren Sumsel (Forpess), KH Imam Barizi MB SIF menjelaskan, jumlah ponpes yang tergabung dalam Forpess di Sumsel berjumlah sekitar 368 ponpes, namun dari jumlah tersebut, hanya hanya sekitar 344 ponpes yang memenuhi kriteria mendapatkan bantuan di 2010.
Menurutnya, ada lima kriteria ponpes, yaitu ada kiai dan ustadz yang bermukim di ponpes, ada santri yang bermukim atau non mukim, memiliki masjid/mushalla, ada ruang belajarnya, serta ada asrama putra atau putri. Jika ada ponpes yang tidak memenuhi kriteria ponpes tersebut, akan dikatakan kalangan ramai dengan ponpes papan nama. “Kita tidak ingin seperti itu, dan ponpes papan nama tidak akan mendapatkan bantuan,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s