Kasus Human Trafficking Cenderung Meningkat
– Daerah Harus Cegah Kasus Human Trafficking

Kasus human trafficking atau perdagangan manusia cenderung mengalami peningkatan di Indonesia dan seperti fenomena gunung es, sedikit di atas banyak di sektor bawah. Di Sumsel sendiri kasus trafficking masih terjadi.
Demikian terungkap dalam acara sosialisasi program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yang diadakan di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel Selasa (9/2). Acara dihadiri langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PP dan PA), Linda Amalia Sari Gumelar Sip, Deputi Lima Bidang Kelembagaan, Kasmawati, Kabiro Pemberdayaan Perempuan Sumsel, Mery Ariyanty SH MSi, unsur muspida provinsi dan kabupaten/kota se Sumsel.
Menurut Menteri PP dan PA, Linda Amalia Sari Gumelar Sip, ada banyak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tidak mencuat, salah satunya kasus human trafficking. Ia tidak menampik, kondisi kasus trafficking di Indonesia seperti fenomena gunung es, yang kelihatannya sedikit tapi di bawahnya jumlahnya banyak.
“Sangat menyedihkan, kasus human trafficking ini perlu diwaspadai, kami titipkan hal ini untuk menjadi perhatian kita semua, karena jumlahnya cukup banyak, belum lagi setelah trafficking organ tubuhnya juga dijual,” katanya.
Menteri menegaskan, masalah human trafficking ini bukan hanya masalah antar pulau di Indonesia, tapi juga masalah internasional terjadi di antar negara, yang diakuinya cenderung meningkat.
Untuk itulah, berdasarkan peraturan Presiden no 5 tahun 2008 sekarang sudah dibentuk gugus tugas diketuai Menkokesra, Dr. H.R. Agung Laksono, dan Menteri PP dan PA sebagai Ketua Harian, beranggotakan 15 kementrian dan empat instansi. “Konkritnya, melalui gugus tugas ini bisa dilakukan koordinasi lebih baik untuk melakukan pencegahan, sekaligus pemulihan korban dan pengamanannya,” kata dia.
Linda mengimbau, agar antar daerah melakukan MoU untuk mencegah trafficking antar daerah, seperti yang telah dilakukan Jabar-Kaltim, Jabar-Kepulauan Riau, termasuk Sumsel dengan beberapa daerah. “Gugus tugas ini salah satu cara untuk mencegahnya, karena pelaku trafficking semakin pintar mencari celah, kita upayakan supaya ini ditangani secara bersama dan sangat terkait dengan aparat penegak hukum dan lain sebagainya, karena tidak mungkin ditangani sendiri,” ujarnya.
Terpisah, Direktur Eksekutif WCC Sumsel, Yeni Roslaini Izi menjelaskan, pendampingan kasus oleh WCC pada 2009 mengalami penurunan, namun bukan berarti jumlah kasusnya menurun, tapi sudah banyak lembaga-lembaga berbasis masyarakat, lembaga memiliki divisi layanan perempuan bermunculan. Sehingga pintu masuk pelaporan kasus lebih banyak, tidak hanya ke WCC. “Tapi kalau kasus ini dijumlahkan secara keseluruhan, akan jauh lebih banyak jumlah kasus kekerasan perempuan yang terjadi di Sumsel,” ungkapnya.
Dijelaskan, pada 2008 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mendominasi mencapai 210 kasus, menyusul pelecehan seksual dengan 100 kasus, dan untuk kasus human trafficking sebanyak 81 kasus. Pada 2009 kasus KDRT hanya 194 kasus, untuk pelecehan seksual dan pencabulan 20 kasus atau 5,35 persen, sedangkan untuk human trafficking sendiri hanya didampingi 30 kasus.
Sebelumnya, menanggapi mendominasinya kasus KDRT di Sumsel, Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel, Hj Eliza Alex Noerdin di Griya Agung, mengatakan, kasus KDRT merupakan cerminan manusia yang tidak menghargai perempuan. Ke depan ia berharap kasus KDRT di Sumsel menurun dan tidak ada lagi, dan kaum pria dapat memahami fungsi perempuan seutuhnya. “Kita harapkan KDRT bisa lambat laun dikurangi, dengan adanya pengertian dan kesadaran dari semua pihak,” harap Eliza.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s