Menkominfo : Kesejahteraan Wartawan Memrihatinkan

Posted: 09/02/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Ir H Tifatul Sembiring, menilai perkembangan industri pers sangat signifikan, hanya saja harus dibarengi dengan penyampaian informasi yang berimbang, selain itu kesejahteraan para wartawan harus ditingkatkan.
Demikian terungkap dalam acara konvensi media massa nasional 2010 di Swarna Dwipa kemarin Senin (8/2) di Hotel Swarna Dwipa. Acara kemarin dihadiri wartawan seluruh Indonesia, baik cetak maupun elektronik, acara membahas banyak topik dengan narasumber orang-orang penting, seperti Menkominfo, Ir H Tifatul Sembiring, CEO Kompas Grup, Agung Adi Prasetya, CEO Prambors, Malik Sjafei, Presdir SCTV, Fofo Suria Atmaja, peneliti LP3ES, Fajar Nursahid, Kabareskrim, Ito Sumardi dan lainnya.
Dalam materinya, Menkominfo RI, Ir H Tifatul Sembiring menyampaikan, eksistensi pers adalah pilar ke-empat setelah legislatif, eksekutif, dan yudikatif, pemerintahan Indonesia di era reformasi menurutnya terbentuk oleh pers. Ia menyepakati adanya kebebasan pers meski kebebasan itu memberikan efek kejut politik dan sosial yang cukup tinggi.
Menurutnya, perkembangan pers saat ini sangat signifikan, terbukti munculnya media baru, penyajian berita pun dinilainya lebih cepat. Pers dimintanya tetap pada karakter jujur, peduli, kontrol sosial, membela wong cilik. Hanya saja dalam menyebarkan informasi jangan hanya yang negatif, namun berimbang antara berita negatif dan positif. “Agar masyarakat menerima informasi juga balans, pers itu memiliki tanggung jawab besar membentuk karakter bangsa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, usai acara, Menkominfo menambahkan, Indonesia tidak hanya memiliki hal negatif saja seperti perkelahian kelompok, demonstrasi, kasus century dan lainnya. “Tapi fakta yang positif itu banyak sekali, seperti cadangan devisa kita tertinggi sepanjang sejarah, saya imbau sekali lagi agar media itu berimbang, yang negatif ada yang positif juga diberitakan untuk mendidik masyarakat, jangan hanya mengejar rating,” katanya.
Ditanya mengenai perlindungan hukum dan kesejahteraan wartawan, Tifatul mengatakan, setelah merasakan menjadi wartawan dan melihat kondisi wartawan, di era industri media massa seperti sekarang kesejahteraan wartawan dinilainya sangat memrihatinkan.
“Kalau kondisi wartawan tidak ada jaminan masa depan, bagaimana mereka akan bekerja profesional, bagaimana mereka mempertahankan idealismenya. Kita boleh menuntut independensi dan idealisme wartawan, tapi kalau perut lapar akan susah juga,” katanya yang mengaku mantan wartawan ini.
Untuk itulah, ia meminta semua pemilik industri media massa, untuk lebih meningkatkan dan memperhatikan kesejahteraan wartawan, memberikan jaminan masa depan yang jelas, karena pekerjaannya terkadang menyabung nyawa.
“Jangan sampai kita menuntut idealisme para wartawan dari tulisan-tulisan yang bermutu dari mereka, sementara kesejahteraan mereka diabaikan, seperti kebutuhan-kebutuhan mendasar,” pintanya.
Selain itu, mengenai media online, Tifatul memrediksi akan terus berkembang, karena dengan media online orang bisa mengakses berita di lokasi mana saja, media online juga ada poin positifnya bagi narasumber, karena jika ada kesalahan perkataan dapat diralat.
Dalam paparannya, Ketua PWI Pusat, Margiono mengatakan, saat ini pers berkembang pesat dengan munculnya media baru mulai dari cetak hingga media online, pers dimintanya mematuhi dan mentaati kode etik profesinya, karena banyak ditemukan pers melanggar kode etik wartawan.
“Informasi yang sering disajikan terkadang membingungkan dan dikeluhkan masyarakat, pers harus memiliki nilai kompetensi yang baik, dan informasi yang didapatkan juga harus berasal dari sumber atau otoritas yang berkompetensi dan memiliki nilai kebenaran atau fakta,” pintanya.agustian pratama
===============
kesejahteraan wartawan, adalah masalah klasik yang belum terpecahkan di banyak perusahaan
================

Advertisements
Comments
  1. selamat pagi, wah disejahterakan domg pas menkominfo…supaya wartawan makin berkualitas gak banyak berita bohongnya.hehe

    salam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s