Pedagang BJ Minta Impor BJ Dipermudah

Posted: 05/02/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Beberapa agen pakaian bekas yang biasa disebut pakaian BJ, meminta LSM Merah Putih memfasilitasi bertemu Pemprov Sumsel, untuk mengelukan sulitnya impor pakaian BJ, dan meminta impor pakaian BJ dipermudah dan dilegalkan, yang selama ini dilarang Bea Cukai. Pemprov sendiri akan mempelajari terlebih dulu masalah ini untuk ditindaklanjuti.
“Masuknya pakaian BJ ke Sumsel ini dipersulit, tidak seperti di Makassar dan Bali dibolehkan pemerintah, untuk itu kami meminta Pemprov memfasilitasi penyelesaian masalah ini, karena dengan masuknya pakaian BJ otomatis akan meningkatkan pendapatan daerah dengan jumlah yang lumayan,” ungkap Sekjend LSM Merah Putih, Ahmad Erwanto, usai menemui Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf di ruang kerjanya Kamis (4/2).
Disebutkan Ahmad, untuk sementara produk BJ yang masuk ke Sumsel hanya sekitar 500 bal per bulan melalui pintu belakang, sedangkan harapan para pedagang BJ dalam satu bulan kuotanya mencapai 1.000 bal senilai sekitar Rp1 Miliar. “Kalau bisa masuk 1.000 bal per bulan, maka akan lebih banyak lagi menyumbang pajak,” jelas dia.
Ketua Umum LSM Merah Putih, Ronny David Sanaki, menambahkan, para pedagang BJ dan agen BJ meminta LSM Merah putih memfasillitasi menghadap Wagub, untuk meminta rekomendasi agar impor pakaian BJ tidak dipersulit, karena dengan tidak masuknya komoditas BJ, para pedagang tidak akan bisa berjualan dan menganggur. “Pedagang eceran di Palembang ini mungkin ada ratusan, untuk di Sumsel kurang dari 1.000, kalau di Sumbagsel mungkin ada ribuan, kita minta Wagub mempermudah impor BJ yang selama ini diperlusit oleh Bea Cukai,” pintanya.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf mengatakan, sebagai pemerintah seluruh keluhan masyarakat ditampung, namun untuk pelaksanaannya akan dipelajari dulu agar jangan sampai pemerintah melanggar aturan.
“Kita minta surat resminya dulu dari LSM itu, bahwa mereka membawahi pedagang-pedagang pakaian BJ itu, kemudian akan kita tindak lanjuti, untuk mengetahui sejauh mana pelarangan itu diberlakukan,” kata Wagub.
Wagub memperkirakan, terjadinya pengurangan jumlah barang BJ masuk ke Sumsel, seperti yang dikatakan agen di rapat, mungkin ada pengurangan jumlah barang dari luar negeri. “Barangkali belum tentu dilarang, hanya saja ada pengurangan jumlah barang yang masuk, sehingga penyebarannya juga ikut berkurang,” katanya.
Pengurangan jumlah barang, juga mungkin terkendala industri China yang sudah mulai masuk Januari lalu ke Indonesia, karena barangnya berkualitas baik, kondisi baru dengan harga murah, sehingga membuat pasar pakaian BJ sepi dan mempengaruhi jumlah barang yang masuk.
Menurut Eddy, Pemprov akan menelusuri masalah ini secara jelas, jika memang barang BJ yang masuk itu dilarang secara resmi, pihak agen BJ akan diberi pemahaman.
“Karena Pemprov juga mewakili pemerintah pusat, kalau pun ternyata tidak ada peraturan pelarangan itu dari pusat, kita akan tinjau lagi siapa yang melarangnya, kita akan adakan rapat secara resmi, karna ini menyangkut masalah para pedagang,” jelas Wagub.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s