Pemekaran Pali Dan Muratara Masih Dievaluasi

Posted: 03/02/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Pemekaran Penungkal Abab Lematang Ilir (Pali) di Kabupaten Muara Enim dan Musirawas Utara (Muratara) Kabupaten Musi Rawas, masih akan dievaluasi di 2010, karena belum masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2010 ini, dan akan diajukan lagi pada 2011.
Kabiro Otonomi Daerah Pemprov Sumsel, Ahmad Rizali di Kantor Gubernur Sumsel Senin (2/2), mengungkapkan, pada 2010 ada 20 daerah pemekaran di Indonesia tidak masuk dalam program realisasi nasional termasuk Pali dan Muratara. Penundaan ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menerapkan moratorium atau pemberhentian sementara pemekaran kabupaten/kota dan provinsi, dan juga berdasarkan amanat presiden (ampres). Namun ia memastikan, pada 2011 pemekaran Pali dan Muratara bisa kembali masuk daftar prolegnas.
“Tahun 2010 ini daerah-daerah yang diusulkan mekar itu akan dievaluasi lagi, kita harapkan pada 2011 Pali dan Muratara bisa masuk prolegnas,” katanya.
Disinggung tentang isu pemekaran Palembang Ulu dan Palembang Ilir, menurutnya sampai sekarang belum ada perkembangan mengarah ke pemekaran, karena untuk memekarkan suatu daerah seperti Palembang terlebih dahulu ada pembahasan dari pihak DPRD Kota.
Mengenai wacana penggabungan OKUT dan OKUS dari DPD RI, ia juga belum bisa berkomentar banyak, namun penggabungan daerah tidaklah mudah, karena pemekaran daerah itu menggunakan undang-undang, dan penggabungannya juga harus berdasarkan undang-undang yang berlaku.
“Kalau daerah yang mekar itu tidak berkembang dan tidak maju, maka akan dilakukan pembinaan selama tiga tahun untuk meningkatkan PAD, Infrastruktur, SDM dan lainnya, agar daerah tersebut sama seperti daerah pemekaran lainnya. Evaluasi juga tetap dilakuan setiap tahunnya oleh Pemprov, dan sejauh ini beberapa daerah pemekaran berjalan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, di ruang kerjanya, Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf menyambut baik pemekaran daerah di Sumsel untuk membuat daerah tersebut lebih mandiri, dapat mengelola sumber daya alam dan penghasilan daerah masing-masing. Hanya saja perkembangan daerah tersebut tergantung kepala daerahnya, apakah dapat meningkatkan PAD sebesar-besarnya dari sektor andalan daerah masing-masing, agar tidak bergantung dengan dana pusat.agustian pratama

Comments
  1. mobil88 says:

    Tulisan yang luar biasa, teruslah berkarya…🙂
    http://mobil88.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s