Pemprov Sumsel Bentuk Tim Identifikasi Terumbu Karang

Posted: 02/02/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Pemprov Sumsel melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel, akan membentuk tim terpadu bersama pihak terkait lainnya, untuk mengindentifikasi terumbu karang di sepanjang pantai sekitar Pulau Maspari Kabupaten OKI, dan juga hutan bakau di Sumsel. Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi ikan di Sumsel pada 2010 mencapai 170 ribu ton.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel, Sri Dewi Titisari di Kantor Gubernur Senin (1/2) menjelaskan, pihaknya telah melakukan rapat terpadu membentuk tim identifikasi untuk mengecek terumbu karang di Pulau Maspari dan hutan bakau di Sumsel.
“Pembentukan tim terpadu ini bukan berarti kondisi terumbu karang di sekitar Pulau Maspari itu memrihatinkan, kondisinya masih bagus, tapi lebih untuk menyelamatkan terumbu karang serta hutan mangrove di Sumsel, kondisinya yang sekarang harus selalu dipelihara,” kata Sri.
Selain itu katanya, harus ada upaya agar habitat ikan dan penyu di pulau tersebut tidak berkurang, serta dapat terlindungi, terhindar dari eksploitasi. Sehingga pihaknya pun akan mengindentifikasi populasi ikan dan penyu.
Dinas Kelautan dan Pertanian Sumsel juga akan memperjuangkan di pusat, agar kawasan tersebut dikonservasi, namun pemerintah pusat beranggapan bahwa konservasi itu harusnya termasuk di dalam konservasi daerah. “Karena itulah akan dirapatkan lagi secara terpadu masalah ini,” jelas dia.
Tim terpadu yang akan dibentuk terdiri dari instansi terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel, Dinas Kehutanan, Biro Hukum, Biro Pemerintahan, Angkatan Laut dan lainnya. Pembentukan tim sekarang sedang dikerjakan, dan dikonsultasikan dengan berbagai pihak
“Mudah-mudahan tim ini efektif bekerja pertengahan tahun ini, sehingga dapat memantau terumbu karang dan mangrove/hutan bakau di Sumsel,” terang dia.
Disinggung mengenai besaran konsumsi ikan per tahun, Sri mengatakan, konsumsi ikan di Sumsel yaitu 24,9 kg per kapita per tahun, dan akan terus ditingkatkan, karena jika melihat standar nasional mencapai sekitar 30 kg per kapita per tahun. Untuk memenuhi standar nasional tersebut,pihaknya akan memacu dengan program budidaya ikan.
“Khususnya kita utamakan budidaya ikan yang ekonomis dan yang khas seperti Ikan Patin, budidaya ikan ini perlu dikembangkan, karena Ikan Patin ini digemari penduduk Sumsel,” ungkapnya.
Terakhir ia mengatakan, produksi ikan secara keseluruhan pada 2008 mencapai 136 ribu ton, dan pada 2009 terjadi peningkatan mencapai 154 ribu ton belum termasuk udang-udang Paname. “Untuk 2010 ini kita menargetkan produksi ikan mencapai 170 ribu ton, mudah-mudahan akan tercapai,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s