Distributor Nakal Diputus Kontrak

Posted: 02/02/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Anggota Dewan menemukan raskin berkualitas jelek saat inspeksi mendadak (sidak) beberapa hari lalu, jeleknya kualitas raskin kemungkinan besar ada permainan distributor nakal, bahkan kemungkinan juga ada oknum gudang beras yang bermain. Jika ditemukan, distributor nakal akan diputuskan hubungan/kontrak kerja.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel, Muhar Lakoni di kantor Gubernur Sumsel Senin (1/2). Menurut Muhar, Pemprov tidak membantah jika hasil sidak anggota dewan beberapa waktu lalu menemukan raskin berkualitas di bawah standar.
“Memang banyak raskin kualitasnya jelek, seperti masih banyak menirnya, maka dari itu akan disortir lagi agar sesuai standar, dan saya lihat pihak bulog sudah merespon hal ini, mudah-mudahan ke depan distribusi berjalan lebih baik lagi,” katanya.
Muhar mengaku, baru distribusi raskin kali ini kualitas berasnya jelek, karena ada beberapa kesalahan, seperti pada jalur distribusi dari distributor ke gudang beras, atau barangkali juga ada kesalahannya di oknum gudang.
“Kualitas raskin dulu bagus, sekarang ini mungkin ada kesalahan, bisa jadi ada indikasi distributor yang nakal, atau ada oknum gudang yang tidak menyortir beras,” ungkapnya.
Untuk itulah, pihaknya segera mengevaluasi ulang para distributor, dengan membentuk tim dari Pemprov, Bulog dan rekanan bulog, untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi terkait pendistribusian raskin ini.
Sebenarnya sambung Muhar, tidak akan ditemukan kualitas raskin jelek asalkan semua pihak memperhatikan aturan yang ditentukan seperti standard kualitas beras. Hanya saja ada oknum distributor tidak mengikuti aturan itu, dan menganggap beras untuk rakyat miskin memang berkualitas jelek.
“Sejauh ini terlalu banyak distributor, sekarang kita akan evaluasi, agar ke depan jangan ada lagi terjadi seperti itu, seharusnya distributor mengikuti saja aturan, kejadian inikan karena banyak yang tidak mengikuti aturan, sehingga kerjanya gak bagus,” terang dia.
Jika dalam evaluasi nanti ditemukan distributor nakal, Pemprov beserta bulog tidak akan segan-segan memutuskan hubungan kerja, dengan distributor tersebut. Pemprov juga tetap meminta ketegasan dari pihak gudang dan pihak bulog saat menerima beras dari distributor. “Agar tidak akan terjadi seperti itu, pihak gudan dan bulog harus teliti atau disortir,” tegasnya lagi.
Mengenai distribusi raskin, ia mengimbau kabupaten/kota segera menebus raskin langsung di bulog, agar raskin tersalurkan lebih cepat ke masyarakat. Sejauh ini katanya tidak ada pemunduran jadwal distribusi, semua tergantung kabupaten/kota.
Ditanya mengenai kemungkinan pengambilalihan distribusi raskin tanpa melalui bulog, agar tidak terjadi kesalahan lagi, Muhar mengatakan akan sulit dilakukan karena Pemprov harus mengadakan gudang dan sarana prasarana lain dulu. “Jadi, biarlah bulog yang mengatur itu, kita memiliki peran dan tugas yang lain untuk distribusi ini,” katanya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s