OP Beras Belum Perlu Dilakukan

Posted: 31/01/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Untuk menekan harga gula, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, telah menggelar operasi pasar (OP) gula, namun berbeda dengan beras, Disperindag menilai belum perlu dilakukan OP, karena harga beras berangsur turun.
Hal ini dikatakan Kepala Disperindag Sumsel, Eppy Mirza melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumsel, Evie Lasmawati Sabtu (31/1). Pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Disperindag Kota dan distributor beras, dan memantau harga beras di lapangan, pihaknya mencatat harga eceran beras sekitar Rp5.700 yang sebelumnya tembus Rp6.000, sementara untuk beras bermerek sekarang sudah dikisaran harga Rp135 ribu per kampil.
“Harga beras sekarang sudah agak turun, dan pada Februari mendatang beras dari daerah Air Saleh akan dipanen, jadi, saya rasa operasi pasar belum perlu dilakukan karena stok kita cukup, tapi untuk pembagian raskin akan dipercepat,” ungkapnya yang menyebutkan, kebutuhan beras sekitar 11 Kg/jiwa/bulan, untuk gula sekitar 0,99 kg/jiwa/bulan.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Pemprov Sumsel, Samuel Chotib menjelaskan, kosumsi beras se Sumsel sekitar 700 ribu ton/tahun atau 64 ribu ton/bulan, meski cuaca hujan mengakibatkan banjir mempengaruhi pertanian yaitu produksi gabah seperti di Kabupaten Banyuasin. Kondisi pangan Sumsel dipastikannya masih aman, karena Sumsel setiap tahun surplus beras sekitar 1,2 Juta ton, sehingga tidak perlu khawatir kehabisan stok pangan.
“Di Sumsel sepanjang tahun selalu panen, baik itu melalui sawah lebak, pasang surut dan lainnya, terlebih pada puncak panen di Sumsel antara Februari hingga April dan Agustus hingga Oktober yang mencapai dua juta ton per tahun. Jika produktifitas dua juta ton per tahun, kebutuhan per bulan 64 ribu ton per bulan dan 770 ribu ton per tahun, kita masih kelebihan, jadi tidak perlu khawatir,” jelas dia.

Bahkan ia memrediksi, kemungkinan akan gagalnya panen di Sumsel relatif kecil, kalaupun ada kemungkinan gagal panen Pemprov Sumsel telah mengantisipasinya, dengan mengeluarkan simpanan-simpanan gabah milik petani yang tersebar di Sumsel.
Sebelumnya, Kadivre Bulog Sumsel, Teddy Mulwady juga mengatakan saat ini produksi beras Sumsel berlebih, dengan kelebihan itu dapat membantu konsumsi beras ke Provinsi lain seperti Bengkulu.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s