BAZ Sumsel Punya 1.300 Muzaki

Posted: 29/01/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Badan Amil Zakat (BAZ) Daerah Provinsi Sumsel membukukan, ada lebih dari 1.300 pemberi zakat (muzakki) yang terdata di 52 unit pengumpul zakat (UPS), di lingkungan provinsi di Palembang seperti Dinas, Badan, BUMD dan lainnya. BAZ Sumsel memprediksi ada ribuan Muzakki yang belum terdata, sehingga dalam waktu dekat jumlah Muzakki se Sumsel akan dikolektifkan melalui rapat BAZ Provinsi dan BAZ Kabupaten/Kota.
Demikian terungkap dalam rapat kerja daerah BAZ Sumsel, di Graha Bina Praja Sumsel Kamis (28/1). Pada kesempatannya memberi sambutan, Ketua BAZ Sumsel, Aflatun Muchtar menyampaikan, pada 2010 BAZ akan menerapkan sistem informasi zakat terintegrasi (Simzaki) BAZ Provinsi dan BAZ Kabupaten/Kota dan BAZ Kecamatan.
“Simzaki ini akan sangat membantu pengelola keuangan zakat infaq sodaqoh, dan pekerjaan yang perlu mendapat perhatian serius Simzaki ini adalah mendata muzakki yang sekarang berjumlah lebih dari 1.300 muzakki dari UPZ di lingkungan provinsi. Dalam waktu dekat kita meminta BAZ kabupaten/kota mendata jumlah Muzakki untuk dikolektifkan se Sumsel,” katanya.
Disela rakerda, Aflatun menambahkan, admninistrasi pengumpulan dana BAZ menggunakan kalender hijriah, menurutnya dana BAZ yang terkumpul pada 1430 H lalu mencapai sekitar Rp1,3 Miliar, dana ini meningkat 20 persen dari tahun 1429 H sebelumnya. “Kalau untuk pengumpulan dana pada 1431 H ini, dana zakat yang masuk sudah mencapai Rp600 juta, kesadaran berzakat terus meningkat,” ungkapnya.
Disinggung mengenai apakah zakat penghasilan (profesi) sebesar 2,5 persen dari pejabat eselon II-IV di lingkungan Pemprov Sumsel, tidak terkesan dipaksakan ? menurutnya jika melakukan perintah Alquran, zakat itu tidak harus dipaksakan.
“Kita ingin menyadarkan dan mensosialisasikan, kalau tidak diberitahu kita yang diberi amanah akan berdosa, karena zakat ini bagi orang Islam wajib, diharapkan dengan sosialisasi akan timbul kesadaran. Sejauh ini ada pejabat yang belum bayar zakat melalui BAZ, ada yang belum aktif, ada yang aktif, awalnya memang berat, tapi kalau dilakukan akan bawa berkah,” terang dia.
Diungkapkannya, PNS yang belum berzakat melalui BAZ mungkin telah berzakat di tempat lain, namun pihaknya mengimbau agar tetap melalui BAZ Sumsel, agar lebih bermanfaat, tepat sasaran, dan disalurkan melalui beberapa program.
Mengenai pengambilan zakat untuk masyarakat berpenghasilan tinggi, pihaknya kata Aflatun, sudah melakukan hanya saja belum keseluruhan, pengumpulan zakatnya melalui formulir yang diberikan, namun tidak sedikit ada yang datang untuk berzakat langsung ke BAZ.
Sekretaris Umum BAZ Sumsel, Teguh Sobri menambahkan, dana zakat dari BAZ diperuntukkan empat kategori penerima, kaum fakir, fisabilillah dan muallaf, ibnu sabil/orang-orang terlantar dalam perjalanan, dan amil/ orang pengurus zakat. “Dana zakat juga kita salurkan melalui program Sumsel Sehat, Sumsel Makmur, Sumsel Cerdas, SUmsel Taqwa dan Sumsel Peduli jika diperlukan,” katanya.
Kabiro Kesra Pemprov Sumsel, Toni PAnggarbesi berharap, ke depan seluruh badan pengumpul zakat, mulai dari BAZ Sumsel, Lembaga Amil Zakat (LAZ) di BUMN seperti PT Pusri, PT Pertamina dan lainnya, termasuk juga Rumah Zakat dapat bersinergi, menggabungkan program agar tidak tumpang tindih.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s