BKPM RI Bantu Sumsel Pangkas Birokrasi di Pusat

Posted: 27/01/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Birokrasi perizinan investasi di pusat selama ini sangat rumit, sehingga menghambat banyak investasi yang akan masuk ke provinsi-provinsi khususnya Sumsel, kehadiran Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) ke Sumsel, diharapkan membantu memangkas birokrasi perizinan untuk investasi-investasi di Sumsel, khususnya mega proyek Tanjung Api-api (TAA).
Hal ini terungkap dalam rapat Koordinasi Bidang Penanaman Modal, antara BKPM RI dengan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dan jajaran Pemprov Sumsel lainnya di ruang rapat Bina Praja Sumsel Selasa (26/1). Dalam paparannya, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyampaikan berbagai potensi SDA di Sumsel mulai dari potensi kelapa sawit, karet, batubara, gas, kopi, juga memaparkan program gratis Pemprov Sumsel, program pembangunan infrastruktur, serta visi misi Sumsel ke depan dan lainnya,
Demi mengangkat Sumsel sebagai provinsi terdepan di Indonesia, kepada BKPM RI Alex meminta, agar BKPM RI memrioritaskan Sumsel khususnya dibidang investasi, menimbang Pemprov Sumsel yang sangat koordinatif dengan pemerintah pusat. Gubernur juga meminta agar BKPM RI dapat membantu ‘menabrak’ birokrasi di pusat yang sejak dulu rumit.
Usai acara, di ruang Media Center Pemprov Sumsel, Gubernur Sumsel menambahkan, BKPM RI akan membantu memfasilitasi serta melapangkan jalan untuk investasi skala besar di Sumsel.
“Pemda dengan keterbatasannya masih terbentur dengan birokrasi di pusat, untuk itu dengan Kepala BKPM RI yang baru, pak Gita, kita harap dapat membantu menembus birokrasi dan memfasiltiasinya dengan kementrian dan lainnya,” harap Alex.
Rumitnya birokrasi pusat menurut Alex, bisa dimungkinkan karena belum adanya kepercayaan pemerintah pusat kepada daerah sehingga mega proyek seperti TAA yang sudah ada sejak zaman Belanda terhambat. “Proyek itu sudah terlalu lama, dengan kerjasama melalui BKPM ini kita harap masalah ini bisa selesai,” kata dia
Sementara itu, dalam rapat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Gita Irawan, MBA, MPA, CPA, CFA, mengatakan ia terkesan dengan paparan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin tentang pembangunan di Sumsel, baik mengenai SDA, infrastruktur yang ada dan rencana pembangunan di Sumsel ke depan.
“Kedatangan BKPM RI ke Sumsel untuk bersilturahmi, berdiskusi tentang apa yang dapat dikerjasamakan ke depan, sekaligus sosialisasi kebijakan pelayanan terpadu satu pintu, untuk menyederhanakan birokrasi yang selama ini terkesan sulit, khususnya mengenai birokrasi perizinan penanaman investasi,” kata dia.
Gita menjelaskan, penyederhanaan birokrasi melalui pelayanan terpadu satu pintu itu telah mendapatkan pendelegasian dari 15 kementrian lembaga pusat, dengan dikeluarkannya peraturan kepala BKPM yang dapat dicerminkan dalam peraturan daerah, baik itu pergub, perbup dan perwali.
“Tentunya masih akan terus dilakukan penyisiran atas kebijakan yang selama ini membingungkan persepsi investor mengenai iklim investasi, upaya BKPM ini untuk mengurangi/mengeliminasi persepsi ketidakpastian atau tumpang tindihnya peraturan seperti SK Dirjend dengan SK Menteri sebelumnya, atau UU dan PP yang sudah dikeluarkan sebelunnya, yang sampai sekarang skenario itu masih ada, sehingga mempersulit calon investor,” paparnya.
Usai acara di ruang Media Center Pemprov Sumsel, Gita menyampaikan, BKPM RI sangat ingin memfasilitasi menggolkan perizinan yang selama ini seringkali terbentur birokrasi pemerintah pusat itu. BKPM RI ingin meningkatkan potensi investasi di Indonesia khususnya Sumsel agar sumsel lebih baik ke depan dari provinsi lain. “Upaya kita ini salah satu langkah yang bisa menyederhanakan proses perizinan nantinya,” kata dia.
Konkritnya Gita mengatakan, BKPM RI akan membantu Sumsel dalam mewujudkan mega proyek Tanjung Api-api yang terbentur birokrasi. Pihaknya telah berdiskusi dengan Gubernur Sumsel mengenai proyek skala besar, seperti rel kereta api, kawasan industri, kilang minyak, fasilitas petrokimina, pabrik pupuk dan pabrik alumunium.
“SDA di sini berlimpah, tinggal lagi pemikiran gimana untuk mengoptimalkan SDA yang ada, dan untuk proyek besar ini kami bisa bantu pimpinan daerah, yang sering menemui kendala mekanisme izin, kami akan coba membantu perizinan di pusat dan kami sudah bisa buktikan dengan daerah lain,” janji dia.
Dalam waktu dekat, BKPM RI juga akan bekerjasama dengan investor asal Afrika Selatan yaitu Sasol yang berniat mengeksplorasi batubara di Indonesia dengan total investasi sekitar Rp11 Miliar, potensi batubara di Indonesia terletak dimana-mana seperti Kalimantan bahkan Sumsel. Dari presentasi Gubernur Sumsel bahwa 48 persen cadangan batubara Indonesia ada di Sumsel, Sumsel akan diprioritaskan pihaknya untuk bekerjasama dengan investor Sasol tersebut.
“Kita akan duduk bersama investor dan melakukan kesepakatan dengan perusahaan seperti PTBA mereka dan juga PT Pusri, investor sedang mempertimbangkan eksplorasi di Kaltim atau Sumsel, tapi kenyataannya mereka akan duduk dengan dua perusahaan berbasis di Palembang, mudah-mudahan itu sudah menjadi indicator akan bekerjasama dengan Sumsel,” katanya.
Selain itu, BKPM RI juga segera menyeleksi tujuh provinsi yang dinilai unggul dalam menarik investasi, serta mencerminkan kesediaan, kemampuan, kepiawaian dan kepemimpinan untuk melakukan hal positif demi kepentingan iklim investasi. “Insya Allah Sumsel juga akan termasuk,” kata dia.
Sedangkan Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Sumsel, Ir Permana MMA dalam sambutannya di rapat mengatakan, perkembangan rencana investasi tahun 2009 berdasarkan SP yaitu ada 29 perusahaan, dengan rencana investasi Rp25.684.588.795.045, dengan rencana penyerapan tenaga kerja mencapai 18.292 orang. Untuk realisasinya, jumlah perusahaan ada 11 perusahaan, rencana tahap pembangunan Rp1.818.381.024.00, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.304 orang.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s