51 Persen Infrastruktur di Sumsel, Rusak

Posted: 27/01/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Untuk mewujudkan Sumsel lebih maju ke depan, berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Sumsel, DPD RI Komite II pun menyambut baik. Hanya saja disebutkan, semua upaya tersebut harus didukung infrastruktur, karena berdasarkan data yang diterima DPD RI, sekitar 51 persen infrastruktur di Sumsel kondisinya rusak. Hal ini akan menghambat pertumbuhan perekonomian dan kemajuan Sumsel.
Hal ini terungkap dalam rapat antara Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin bersama rombongan anggota DPD RI Komite II, bidang Energi, Mineral, Kelistrikan, Ekonomi dan Infrastruktur, di ruang rapat Gubernur Sumsel Selasa (26/1). Rombongan anggota DPD RI yang datang tersebut seperti, Djasarmen Purba, Abdul Aziz, Etha Aisyah, Hentihu, Baiq Diyah Ratu Ganefi, Instiawati Ayus, M Asri Anas, Iswandi, Hairiah, Bambang Soeroso.
Disela break, salah satu anggota DPD RI Komite II, Bambang Soeroso mengatakan, kedatangan DPD RI dalam rangka tugas konstitusi yaitu kunjungan kerja ke beberapa provinsi, salah satunya di Sumsel. Kepada Gubernur Sumsel dan jajaran Pemprov Sumsel, pihaknya membahas tiga isu besar, seperti kelistrikan, Infrastruktur dan mineral batubara di Sumsel.
“Mengenai isu kelistrikan, kita ingin mengeksplorasi tentang kelistrikan di Sumsel, katanya potensi energi di Sumsel besar, sehingga outputnya dikeluarkan ke luar negeri, sementara di Sumsel sendiri defisit listrik. Itu kan ironi, kok yang punya bisa kekurangan, kita ingin cari tahu, apa ada salah di undang-undang atau di kebijakannya,” kata dia.
Isu ke dua masalah sambung Bambang yaitu masalah infrastruktur, menurutnya Gubernur Sumsel menggambarkan mimpinya menjadikan Sumsel sebagai provinsi tujuan utama setiap kegiatan dengan berbagai fasilitas seperti kegiatan Sea Games 2011.
“Tapi ada satu kekurangan yaitu dukungan infrastrukturnya, dari data yang kita dapatkan, potret infrastruktur di Sumsel sekitar 51 persen kondisinya tidak baik atau rusak, ada yang rusak ringan dan berat, itu akan menjadi kendala besar dalam program pertumbuhan perekonomian,” terang dia.
Infrastruktur yang belum memadai tersebut lanjut dia, akan membuat cost transportasi sektor perekonomian bertambah besar, dapat menimbulkan produk unggulan Sumsel tidak dapat bersaing karena biaya ekonomi menjadi tinggi.
“Gubernur harus mengadakan program pembangunan dan perbaikan infrastruktur khususnya jalan, jalan yang tidak memadai ini harus dikurangi. Untuk infrastruktur ini, kita juga sedang memperjuangkan mengenai investasi jalan tol Palembang-Betung-Inderalaya yang katanya minim investor atau terkendala birokrasi di pusat,” terang dia.
Sementara itu, Djasarmen Purba menambahkan, pihaknya juga membawa isu mineral batubara di Sumsel, pihaknya mengaku terkejut dengan penjelasan Gubernur Sumsel bahwa 48 persen cadangan batubara di Indonesia ada di Sumsel. “Ini luar biasa, Sumsel sangat kaya, kapasitas produksinya melalui PT Bukti Asam harus ditingkatkan lagi, PTBA juga perlu direvitalisasi dengan modernisasi, transportasi juga seperti double track ke Tanjung Api-api harus didukung,” katanya. agustian pratama

agustian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s