Banyak Perlintasan KA Tak Berpintu

Posted: 21/01/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , ,

InformasiPAgi, Sumsel

Sumsel memiliki sekitar 180 perlintasan kereta api, namun dari jumlah tersebut banyak perlintasan kereta tidak memiliki pintu atau tidak dijaga, sehingga di perlintasan KA tersebut sangat rawan terjadi kecelakaan. Dishub Kominfo pun meningkatkan keamanan perlintasan dan mengajukan anggaran untuk penambahan pintu perlintasan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Sumsel, Ir H Sarimuda MT melalui Kabid LLAJ dan Perkeretaapian Dishub Kominfo Sumsel Nofri Dalimunthe di kantornya Rabu (20/1). Menurutnya, jumlah perlintasan KA di Sumsel sekitar 180 perlintasan yang tersebar disepanjang jalur Kertapati-Lubuk Linggau dan Kertapati-Tanjungkarang. Perlintasan-perlintasan itu ada yang memiliki pintu tapi ada juga yang sama sekali tidak memiliki pintu.
Perlintasan-perlintasan itu juga kata Nofri, mayoritas berada di jalan nasional dan jalan provinsi, jika dipersentasekannya ada sekitar 40 persen tidak memiliki penjagaan dan pintu, sehingga angka kecelakaan di Sumsel dominasi tertinggi karena faktor kelalaian manusia, salah satunya kecelakaan di pintu perlintasan kereta api, seperti yang sempat diberitakan beberapa waktu lalu dan menelan korban jiwa. Human error itu bukan tidak beralasan, karena jumlah penjaga pos di perlintasan terbatas sementara jam kerja penjaganya tergolong lama.
“Sumsel memiliki banyak perlintasan kereta api dari data jumlahnya mencapai 180 perlintasan, tapi banyak tidak memiliki pintu dan tak dijaga, dari jumlah tersebut sekitar 40 persennya tidak terjaga, untuk jumlah pastinya saya kurang ingat,” ungkap dia.
Kadishub Kominfo Sumsel kata Nofri meminta agar pengawasan di perlintasan ditingkatkan khususnya pos-pos penjagaan disetiap perlintasan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, pihaknya juga telah mengajukan penambahan anggaran untuk pembuatan pintu perlintasan kepada Dirjen. Kepada masyarakat ia juga terus mengimbau, agar saat akan melintasi rel KA berhati-hati dan memastikan tidak ada kereta sebelum melintas.
Selain itu mengenai, pemberlakuan Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas di jalan raya yang baru disosialisasikan beberapa waktu lalu, Nofri menjelaskan, pihaknya akan membantu pihak kepolisian dalam menegakkan UU Lalin baru ini yang akan diterapkan Juni nanti. Dishub sendiri terus menyosialisasikannya agar patuh lalulintas kepada masyarakat terutama kepada para pelajar dan mahasiswa bahkan membagikan helm standard SNI.agustian pratama/hu beritapagi

—————
kalau kenyataannya begitu, kayaknya pemerintah memang harus memperhatikan keselamatan masyarakat banyak nih, baik itu menambah SDM penjaga pintu perlintasan, atau menambah pintu perlintasan yang belum ada , kalo bisa lagi, gaji penjaga pintu dinaekin … pasti setuju yang jaga …
——————–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s