Pelaksana Berobat Gratis Masih Belum Komitmen

Posted: 19/01/2010 in Home / Beranda
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Berdasarkan evaluasi program berobat gratis Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, selain lambannya verifikasi klaim dari puskesmas ke tim pengelola kabupaten/kota, masih banyak masyarakat belum mengerti prosedur berobat gratis, bahkan para pelayan berobat gratis juga dinilai masih ada belum komitmen menjalankan program ini.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Zulkarnain Noerdin Sabtu (16/1). Menurutnya, pihaknya telah melakukan evaluasi program berobat gratis, mulai dari evaluasi tim pengelola kabupaten/kota, evaluasi dari tim pemberi pelayanan berobat gratis dan evaluasi dari masyarakat sendiri.
“Untuk evaluasi tim pengelola di dinas kabupaten/kota dan provinsi, masih ada kecendrungan lambannya memverifikasi laporan klaim puskesmas, dengan alasan kesibukan rutin, ada jabatan rangkap atau lainnya. Mereka juga berharap ada dana operasional tim yang belum dianggarkan kabupaten/kota,” katanya.
Lebih lanjut kata Zoel, dari hasil evaluasi tim pemberi pelayanan kesehatan, masih ditemukan tidak komitmennya pimpinan setiap tingkatan terhadap ketentuan berobat gratis, karena masih banyak komplain masyarakat yang masih harus membayar.
“Ini akibat kurang gregetnya pemantauan pelayanan ke bawah, baik itu oleh pimpinan di tingkat puskesmas, pimpinan rumah sakit dan lainnya. Sekarang sudah jelas tidak boleh lagi ada yang membayar dan kalau masih ada yang membayar bukan salah tim pengelola tapi salah manajemen. Alasannya apa karena mereka tidak komit dengan kebijakan, atau memang belum mengerti saat dijelaskan berulang kali di rapat,” tegasnya geram.
Evaluasi dari segi masyarakatnya sambung Zoel, masih banyak masyarakat yang belum mengerti bahwa ada fasilitas berobat gratis ini, meski kabupaten/kota terus menerus mencanangkan bahwa pemerintah telah menggratiskan berobat, sehingga Dinkes masih perlu menggalakkan/melakukan sosialisasi lagi.
Kemudian, masih banyak masyarakat yang tidak mengerti tentang kebijakan dan proses untuk berobat, seperti menggunakan kartu identitas berobat yang dianggap berbelit-belit, padahal identitas ini berguna sebagai pertanggung jawaban.
“Karena kalau tanpa identitas, penduduk di luar Sumsel bisa berobat ke Sumsel, kan sayang dananya. Masyarakat juga belum mengerti sistem rujukan dari puskesmas ke rumah sakit daerah dan RSMH, kita bukan ingin memperhambat dan kita sudah memberikan toleransi,” tutupnya yang berharap di 2010 pelayanan berobat gratis dapat berjalan lancar.agustian pratama/hu bp
———————–
perjalanan program berobat gratis masih juga berjalan lancar, masih ada pelaksana yang menarik biaya, tapi beruntunglah masyarakat Sumsel paling tidak sudah mempelopori berobat gratis di indonesia, semoga meluas ke provinsi lain …
————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s