Distribusi Raskin Masih Tidak Tepat Sasaran

Posted: 15/01/2010 in Home / Beranda
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Pada 2010 distribusi raskin akan diperketat, distribusi disebutkan masih belum tepat sasaran, Pemprov Sumsel melalui Biro Perekonomian mengingatkan, jika ditemukan distributor nakal yang melanggar ketentuan perjanjian distribusi beras akan dicabut sebagai mitra.
Kepala Biro Perekonomian Sumsel, Muhar Lakoni di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (12/1), mengatakan, pada 2010 ini pihaknya akan memperketat proses distribusi raskin mulai dari pengawasan distributor hingga kelayakan rumah tangga sasaran (RTS). “Distribusi raskin akan kita perketat lagi,” katanya.
Pihaknya sejauh ini tidak membantah, jika masih ada laporan distribusi raskin tidak tepat sasaran, masih ada RTS yang kategori mampu tapi mendapatkan raskin. “Kejadian tidak tepat sasaran itu presentasenya di bawah lima persen, ketidaktepatan itu kadang-kadang disaat dilakukan survey masih hidup dan waktu pembagian raskin ada yang sudah meninggal, atau ketika disurvei tergolong layak, saat dibagikan raskin perekonomiannya mulai membaik dan lainnya,” jelas dia.
Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat dengan bulog, distributor dan instansi terkait distribusi raskin, guna memantapkan proses pendistribusian yang dilakukan mendatang. Pihaknya juga tidak akan menutup terhadap oknum distributor nakal, pada rapat tersebut bersama bulog pihaknya akan menentukan dan menyeleksi mitra-mitra untuk dijadikan distributor.
“Kita akan rapat dengan distributor dan lainnya, kita akan menjelaskan kepada mereka jika tidak memenuhi ketentuan yang disepakati mereka akan dicabut dari rekanan. Kalau ditemukan distributor nakal, maka tidak akan dipakai lagi, masih banyak mitra lain yang dapat dijadikan rekanan,” katanya seraya mengatakan terdapat sekitar 70 lebih distributor dijadikan rekanan bulog.

Lebih lanjut dikatakan Muhar, SK Gubernur dan SK Walikota/Bupati tentang distribusi raskin ini sudah diterbitkan, untuk itu pagu raskin sudah dapat ditetapkan sesuai dengan pendataan RTS.
Sementara itu, Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Sumsel, Teddy Mulwadi menjelaskan, pada pertengahan Januari 2010 mendatang, atau sekitar minggu ketiga Januari 2010 raskin akan mulai dibagikan. Hanya saja terjadi pengurangan RTS penerima raskin, namun pengurangan tersebut bukan karena masyarakat yang sudah banyak berkehidupan layak, melainkan karena peraturan menteri.
Menurutnya, RTS penerima raskin terbanyak adalah Kota Palembang yaitu pada 2009 sebanyak 106.734 RTS dan pada 2010 berkurang 9.067 RTS menjadi sebanyak 97.667 RTS. Penerima raskin terendah di Kota Prabumulih sebanyak 6.179 RTS berkurang 912 RTS menjadi 5.267 RTS. Sementara total RTS penerima raskin di Sumsel pada 2009 sebanyak 652.533 RTS berkurang 55.591 RTS menjadi sebanyak 596.942 RTS.agustian pratama/hu bp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s