30 Persen Pecandu Narkoba Anak Pejabat

Posted: 15/01/2010 in Home / Beranda
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Tak kurang 2.000 pecandu narkoba baik dari dalam dan luar Sumsel, direhabilitasi dipanti rehabilitasi narkoba Ar Rahma Jakabaring, berdasarkan fakta 30 persen penghuni panti tersebut, merupakan anak pejabat dan anak kalangan ekonomi menengah atas.
Demikian diungkapkan Ketua Yayasan Ar Rahma, M Muhsan saat diwawancara Senin (12/1), usai melakukan pertemuan dengan Asisten III Bidang Kesejahteraan Pemprov Sumsel di kantor Gubernur Sumsel. Menurutnya, panti rehabilitasi narkoba Ar Rahma menampung para pecandu narkoba dari dalam dan luar Sumsel, antara lain dari Riau, Bengkulu, Curup, Bandung bahkakn datang dari Jakarta.
“Dari data Panti Rehabilitasi Pecandu Narkoba Ar Rahma, sejak tahun 2000 lalu hingga sekarang, sudah lebih 2.000 orang berobat ke panti tersebut, yang sekitar 30 persennya adalah anak para pejabat dan juga kalangan ekonomi menengah atas, dan 20 persennya lagi merupakan pecandu berpendidikan sarjana,” ungkapnya.
Muhsan mengaku prihatin, karena kini narkoba tidak hanya dikonsumsi oleh orang dewasa, namun telah menyerang remaja bahkan anak-anak kurang mampu, anak-anak para pejabat pemerintahan dan dari kalangan ekonomi menengah ke atas.
“Pasien yang berobat itu kondisinya berbeda-beda, tapi mayoritas yang berobat memang sudah kecanduan, beberapa orang sudah menjadi pecandu selama 20 tahun lebih, bahkan juga ada yang sudah parah kondisinya, sehingga ada beberapa dari mereka tidak bisa lagi berbuat apa-apa,” terang dia.
Dijelaskannya, pecandu yang datang ke panti Ar Rahma akan dirawat dengan telaten dan berkelanjutan, sehingga jalan menuju kesembuhan pasien akan lebih cepat, bahkan pihaknya menyebutkan ada pasien sembuh total dan dapat beraktifitas seperti biasa. “Ada mantan pecandu yang bekerja di Jepang dengan membuka usaha mandiri, karena kita akan latih mereka dengan keahlian dan ketrampilan,” kata Muhsan.
Hanya saja kata Muhsan, pihaknya kini memerlukan dukungan Pemprov Sumsel untuk memperbaiki sarana prasarana panti tersebut, seperti penambahan fasilitas olahraga, perlengkapan panti, penambahan gedung/ruangan dan lainnya. Karena menurutnya, pasien panti Ar Rahma sangat membeludak tidak sebanding dengan kapasitas, sehingga setiap bulannya dipastikan sekitar 30 orang terpaksa waiting list.
Sementara itu, Kadinsos Sumsel, Hj Ratnawati menjelaskan, panti-panti seperti panti rehabilitasi narkoba Ar Rahma sering dibantu Pemprov Sumsel melalui Dinsos Sumsel baik berupa dana, permakanan, perlengkapan dan lainnya. Mengenai penambahan kamar/gedung, Pemprov akan mengupayakannya .
“Panti-panti seperti ini dapat menjadi mitra bagi pemerintah, dan upaya penanggulangan narkoba melalui panti ini memang efektif untuk mengurangi dan menyembuhkan pecandu narkoba,” tutupnya.agustian pratama/hu bp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s