PNS Banyak Lakukan KDRT

Posted: 04/01/2010 in Home / Beranda
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Women’s Crisis Center (WCC) Palembang mencatat pada 2009 terjadi 374 kasus kekerasan terhadap perempuan, pelaku tertinggi dari kalangan pekerja swasta 72 orang menyusul pegawai negeri sipil (PNS) 70 orang.
Direktur Eksekutif WCC Palembang, Yeni Roslaini Izi, ditemui di Sekretariat WCC Palembang, di Jalan Mayor Salim Batubara Lorong Kelapa III Palembang Sabtu (2/1), mengatakan, total kasus kekerasan terhadap perempuan yang didampingi WCC di 2009 mencapai 374 kasus, terdiri dari kasus KDRT 194 kasus, menyusul KDP (kekerasan dalam pacaran) 52 kasus, perkosaan 42 kasus, kekerasan lainnya 36 kasus, trafficking 30 kasus, pelecehan seksual dan pencabulan 20 kasus.
Menurutnya, selain memperlihatkan besaran kasus kekerasan terhadap perempuan berdasarkan jenis kekerasan, WCC Palembang juga mendokumentasikan data kekerasan terhadap perempuan di Sumsel berdasarkan karakteristik, usia korban dan pelaku, tingkat pendidikan korban dan pelaku, juga profesi/pekerjaan korban maupun pelaku.
Dijelaskan Yeni, jika melihat karakteristik tingkat pendidikan, selama 2009 korban terbanyak berpendidikan SLTA yaitu 173 orang, untuk pelaku paling banyak berpendidikan perguruan tinggi 117 orang.
“Untuk karakteristik profesi korban dan pelaku di 2009, korban terbanyak dialami ibu rumah tangga berjumlah 178 orang, menyusul mahasiswa berjumlah 84 orang dan lainnya. Sementara untuk pelaku terbanyak dilakukan oleh pekerja swasta berjumlah 72 orang, untuk pelaku dari kalangan PNS berjumlah 70 orang yaitu tertinggi nomor dua setelah pekerja swasta,” katanya.
Banyaknya pelaku kekerasan berprofesi PNS, yang mayoritas melakukan KDRT baik fisik dan psikis, salah satunya alasan ekonomi yang sudah baik, kasusnya selain KDRT juga karena ada perempuan idaman lain atau selingkuh. “PNS paling banyak melakukan KDRT, baik itu oleh PNS perempuan atau laki-laki tapi pelaku perepuan kurang dari 10 persen, kekerasan tersebut salah satunya lagi melakukan kekerasan terhadap pembantu rumah tangga, anak dan lainnya,” ungkap dia.
Yeni juga menjelaskan, selama 2009 korban kekerasan terbanyak dialami korban berusia 25-40 tahun yaitu 157 korban, terendah korban berusia 5 tahun yaitu 4 korban, sementara pelaku terbanyak juga usia 25-40 tahun 102 pelaku, terendah pelaku berusia 6-12 tahun yaitu 5 pelaku.
Sementara itu, Kadiv Kampanye dan Pendidikan WCC Palembang, J Fitria Agustina menambahkan, WCC pada 2009 telah melakukan pendampingan terhadap perempuan korban kekerasan, seperti melakukan pendampingan medis, psikososial dan pendampingan hukum.
Selain itu WCC juga mengupayakan pemulihan korban kekerasan sehingga menjadi survivor, mengadakan pelatihan, pendidikan, mengadvokasi hak perempuan melalui kampanye dan mobilisasi opini publik, memberikan bantuan hukum dan membangun layanan terpadu bagi perempuan korban kekerasan.agustian pratama/hu bp

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s