Musi IV Telan Dana Rp 250 Miliar

Posted: 16/12/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, Sumsel

KAPT A RIVAI.PE – Upaya pemerintah mengatasi kepadatan arus lalu lintas di Kota Palembang dan menyelamatkan jembatan Ampera yang sudah tua, Departemen Pekerjaan Umum mulai merancang dan mencari titik untuk jembatan lingkar timur.

Rencana semula, jembatan lingkar timur (Musi IV) berlokasi di atas pulau kemaro, dan jembatan Musi III tetap berlokasi di titik semula yakni depan Tata Kota Palembang tembus ke kawasan Naga Swidak Plaju.

Namun, setelah dilakukan pengkajian dan evaluasi titik, menurut Kepala Dinas PU Bina Marga (PUBM) Sumsel, Heri Amalindo, pembangunan dua jembatan tersebut akan tetap dilaksanakan di awal tahun 2010 nanti. Hanya saja, dengan berbagai pertimbangan dan aspek kemacetan, jembatan Musi IV akan dibangun terlebih dahulu.

“Kalau melihat aspek pengembangan dan mengatasi kemacetan arus lalu lintas dan jembatan Ampera, besar kemungkinan kita akan mendahulukan pembangunan jembatan Musi IV,” kata Heri kemarin (14/12).

Lebih lanjut dikatakannya, jembatan Musi IV ini akan dibangun di atas titik Musi III yakni di depan Kantor Tata Kota Palembang sampai ke Kawasan Naga Swidak Plaju. Selain itu, jembatan ini akan lebih kecil dan tidak terlalu megah dibandingkan jembatan Musi III.

“Kita akan dahulukan pembangunan Musi IV di depan kantor Tata Kota Palembang. Tentunya jembatan ini lebih kecil atau hampir sama dengan jembatan Musi II di Gandus. Pembangunan ini lebih kepada pengembangan kawasan dan mengatasi arus lalu lintas di jembatan Ampera saat ini,” bebernya.

Diungkapkannya, pembangunan jembatan ini akan menggunakan dana sharing dari APBD Sumsel dan APBN dengan angka sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 250 miliar. “Dana pembangunan ini semuanya dari pusat, karena mereka yang melakukan perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan. Sedangkan PU BM Sumsel hanya berfungsi sebagai fasilitator di daerah. Dan kita hanya melakukan administrasi dan pembebasan lahan warga yang terkena pembangunan,” terangnya.

Bagaimana dengan nasib Musi III yang digadang-dagang merupakan jembatan termegah di Asia Tenggara ini?. Menurut Heri Amalindo, pembangunan Musi III tetap akan dijalankan. Hanya saja, lokasi yang diambil yakni di atas Pulau Kemaro, karena jembatan tersebut akan menjadi jembatan lingkar timur Palembang.

“Musi III tetap akan dibangun dengan rancangan yang ada. Tapi lokasinya kita geser ke Pulau Kemaro. Selain biaya pembebasan lahan yang murah juga pembangunan ini merupakan jangka panjang. Sedangkan yang mendesak pembangunan Musi IV untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas di jembatan Ampera,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Kota Dirjen Bina Marga Departemen PU, Anis Batubara mengatakan, pembangunan Lingkar Timur Palembang dengan sistem arteri dan primernya akan membentuk kota Palembang ini sebagai suatu struktur jalan lingkar, disamping Lingkar Barat dengan Musi II-nya dan dan Lingkar selatan Jembatan Ampera dan Lingkar Timur dengan TAA yang akan dibangun oleh pemerintah.

Dengan begitu, satuan dan struktur jalan di Palembang ini melingkar dan memenuhi aspek ketersediaan pergerakan lalu lintas yang ada, ketersediaan lahan dan aspek keindahan kota. “Kita akan lihat mana paling efektif,” Anis, seraya menambahkan sumber dana Lingkar Timur sepanjang 3,3 Kilometer termasuk jalan arteri dan primel dengan bentang jembatan 750 meter berasal dari APBN dengan estimasi biaya Rp 3 triliun. LEE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s