Komisi IV DPR RI Sayangkan Sumsel Kekurangan Pupuk

Posted: 08/12/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, Sumsel

Komisi IV DPR RI membidangi Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, menyayangkan masyarakat dan petani Sumsel masih kekurangan pupuk, sedangkan Sumsel memiliki pabrik pupuk. Sementara Dinas Pertanian, Tanaman dan Holtikultura Sumsel mengakui kekurangan pupuk, karena usulan pada 2009 hanya dikabulkan kurang dari 50 persen.
Usai melakukan rapat dengan Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel, Musyrif Suwardi beserta jajaran Pemprov Sumsel di ruang rapat Gubernur Sumsel Senin (0712), Ketua Tim Rombongan Komisi IV DPR RI, sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo mengatakan, rapat membahas potensi-potensi serta program-program yang dilaksanakan Pemprov Sumsel.
“Seperti program integrasi sapi-sawit, itu
cukup baik dan akan menjadi perhatian kita, kalau memang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan berhasil itu akan kita jadikan model untuk daerah lain,” katanya.
Namun kata Firman, ada beberapa hal yang dikoreksi Komisi IV DPR RI terhadap Sumsel, salah satunya mengenai distribusi pupuk. “Ada beberapa yang kita koreksi termasuk masalah distribusi pupuk, dimana masih banyak masyarakat petani yang kekurangan pupuk,” kata dia.
Pihaknya menyayangkan kekurangan pupuk tersebut, sedangkan di Sumsel ada pabrik pupuk. “Ironis, karena di sini ada pabrik pupuk Pusri, tapi masyarakat petani masih kekurangan pupuk, hari ini (kemarin-red) kita akan melakukan pertemuan dengan pihak PT Pusri,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman dan Holtikultura, Darmansyah melalui Kasi Sarana Produksi, Erwin Noorwibowo STP membenarkan, Sumsel pada 2009 kekurangan pupuk. Namun menurutnya, kekurangan pupuk tersebut bukan tidak beralasan.
“Jika dilihat dari usulan ke pusat pada 2009 total 720.310 ton lebih pupuk, ternyata kita hanya mendapatkan 230 ribu ton, jadi benar, bahwa berdasarkan kebutuhan pupuk kita masih kurang,” katanya.
Dijelaskannya, pada beberapa kecamatan di kabupaten/kota memang terjadi kekurangan alokasi pupuk, namun untuk kekurangan tersebut telah disepakati sistem realokasi antara kecamatan dan kabupaten, artinya bagi kabupaten yang berlebihan pupuk, akan direalokasikan ke daerah yang kekurangan dan membutuhkan, disamping itu juga ada tambahan dari pusat.
Pada 2010, kata Erwin pemerintah pusat mengalokasikan pupuk untuk urea 230 ribu ton, untuk pupuk SP18 dirubah menjadi sp36 dengan alokasi 50 ribu ton, pupuk ZA mendapat 5.146 ton, NTK 93.333 ton, pupuk organik 52.578 ribu ton.
“Kebutuhan pupuk ditingkat lapangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, pertama faktor pertanaman yang ada hubungan langsung dengan kondisi iklim, kedua faktor tingkat petani dalam membeli pupuk,” katanya.
Sementara, Sekda Pemprov Sumsel, Musyrif Suwardi mengatakan, komisi IV datang untuk melihat potensi-potensi dari Sumsel, dan sangat antusias untuk mendukung program-program dari provinsi Sumsel, Sumsel dinilai banyak kemajuan yang dicapai, tentunya untuk kepentingan daerah. “Mereka tertarik integrasi sapi sawit, dan kemudian program pihak uni eropa dan lainnya,” kata Sekda singkat.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s