Baru 500 Lansia Terbantu Dinsos

Posted: 08/12/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, Sumsel

Dari 8.000 lansia yang terdata oleh Dinas Sosial Sumsel, baru sebanyak 500 lansia saja dapat terbantu Dinsos dengan insentif Rp300 ribu per bulan. Namun, pada 2010 direncanakan jumlah penerima bantuan bagi lansia akan ditambah.
Kepala Dinas Sosial Sumsel, Hj Ratnawati di Kantornya Jumat (4/12), mengatakan, pada 2009 Dinsos Sumsel pertama kali memprogramkan membantu para lansia dengan memberikan pelatihan-pelatihan bagi lansia potensial, dan bantuan insentif Rp300 ribu bagi para lansia di Sumsel yang non potensial.
“Lansia yang dibantu adalah lansia miskin, seperti lansia non potensial mereka tergantung kepada orang lain, tidak dapat melakukan apa-apa untuk dirinya sendiri, dan mayoritas lansia non potensial yang dibantu insentif dari Dinsos tersebut berusia 70 tahun ke atas,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskannya, dari data Dinsos Sumsel, jumlah lansia di Sumsel mencapai sebanyak 8.000 orang, namun karena keterbatasan pendanaan bantuan belum begitu merata, baru 500 lansia saja dapat dibantu, mereka tersebar di Palembang, Muara Enim, Ogan Komering Ilir dan Lahat.
“Anggaran bantuan bagi lansia ini kita dapatkan dari APBN, kita berjuang ke pusat untuk mendapatkannya, dan ternyata tidak seluruh provinsi di Indonesia diberikan bantuan dana untuk lansia, tapi karena kita telah melakukan persiapan data dan lainnya, sehingga pusat mau membantu,” kata Ratna.
Agar semua lansia di Sumsel dapat terkover bantuan sambung Ratma, Dinsos Sumsel telah mengupayakan ada dana dari APBD, yang diajukan kepada Gubernur Sumsel, sehingga selain dana dari APBN, ada alokasi dana APBD untuk lansia. “Mudah-mudahan kuota lansia yang dibantu pada 2010 bisa bertambah, dengan bantuan dari Gubernur Sumsel,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penca Dinsos Sumsel, Drs Renhat Nainggolan menambahkan, untuk mendata lansia di Sumsel, Kadinsos Sumsel bersama jajaran Dinsos turun langsung ke lapangan, begitu juga dalam beberapa penyerahan bantuan insentif ke Kabupaten/Kota.
“Kondisi para lansia di Sumsel memang butuh perhatian khusus, banyak yang sudah tergolek tak mampu banyak bergerak. Dari pengalaman kita, banyak lansia yang tidak mau serumah dengan keluarga dan anak-anaknya, sehingga mereka membuat gubuk sendiri,” katanya.
Dinsos Sumsel berpesan, bagi keluarga yang orang tuanya lansia agar dapat diperhatikan khusus, dan jika orang tua mereka mendapatkan bantuan insentif bagi lansia dari Dinsos, agar dimanfaatkan untuk orang tua mereka yang lansia, tidak untuk digunakan oleh keluarga.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s