Balai Karantina Masih Temukan Komoditi Terlarang

Posted: 08/12/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, Sumsel

Pada 2008 pelaksanaan pemusnahan komoditi terlarang oleh Balai Karantina Pertanian Klas I Palembang cukup tinggi, khususnya pada komoditas pertanian yang masuk melalui bandara SMB II Palembang, namun pada 2009 jauh menurun 80 persen, dan masih ditemukan sekitar 20 persen.
Demikian dikatakan oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Klas I Palembang, Ir R Fauzar di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (7/12). Menurutnya, Balai Karantina Pertanian Klas I Palembang, melakukan pengawasan terhadap
komoditi tanaman dan hewan yang akan masuk ke Sumsel khususnya melalui Palembang, mulai dari Bandara SMB II Palembang, Pelabuhan Boombaru, Kantor Pos, Pelabuhan 35 Ilir.
“Untuk komoditas pertanian pangan segar asal tumbuhan (PSAT) seperti bibit tanaman, kacang tanah, biji gandum, buah-buahan dan sayuran segar, dan lainnya dari luar negeri dilarang masuk ke Palembang. Begitu juga dengan komoditi hewan dan hewan, seperti kornet, abon, dendeng, sosis, tidak boleh masuk Palembang, karena dikhawatirkan membawa penyakit,” katanya.
Pelarangan sayuran dan buahan masuk Palembang, terhitung 19 November 2009, di Indonesia hanya diperbolehkan masuk melalui Jakarta, Cengkareng, Tanjung Periok, Batu Ampar, Belawan, Makasar dan Ngurah Rai. “Untuk komoditi hewan dan hewan jika akan masuk Palembang harus menyertai surat kesehatan dan surat izin dari Dirjen Peternakan,” jelasnya.
Namun menurut Fauzar, karena gencarnya Balai Karantina Klas I melakukan sosialisasi salah satunya melalui stiker Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, berisikan pesan agar tidak membawa komoditi tanaman dan produk hewan, dari luar negeri ke Palembang, jumlah komoditi terlarang masuk ke Palembang berkurang dari 2008 lalu.
Kasi Karantina Hewan Balai Karantina Hewan Klas I Palembang, Drh Erwin Rinaldi menambahkan, jika dibandingkan 2008 lalu, pelaksanaan pemusnahan terhadap komoditas pertanian dan hewan pada 2009 mengalami penurunan sangat jauh yaitu hanya sekitar 20 persen saja.
“Ini berkat sosialisasi yang dilakukan melalui leaflet bagi penumpang yang akan ke luar negeri dan melalui media massa, dan ternyata sudah efektif sekali menekan jumlah komoditi terlarang masuk ke Palembang,” ungkapnya.
Pihaknya juga memiliki laboratorium berfasilitas lengkap, untuk memeriksa dan mengetahui komoditi terserang virus, bakteri atau tidak.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s