Petinggi AKI Siap Bubarkan AKI

Posted: 04/12/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, Sumsel

Salah satu petinggi aliran Amanat Keagunan Ilahi (AKI), Izeddin akhirnya bersedia untuk menghentikan aktifitas, membubarkan alirannya dan mengajak pengikutnya meninggalkan AKI.
Hal ini terungkap dalam rapat antara salah satu petinggi AKI, Izeddin dengan jajaran Kanwil Depag Sumsel, Kepolisian, Kejaksaan Tinggi, MUI, BIN, Kaban Kesbangpolinmas Sumsel, FKUB dan lainnya di Aula Kanwil Depag Sumsel Kamis (3/12). Dalam rapat terlihat Izeddin sering berkilah aliran mereka sesat dan menyimpang, meski MUI Sumsel telah menetapkan
aliran mereka sesat.
Para peserta rapat pun terlihat kewalahan karena Izeddin selalu berkelit-kelit dalam menjawab pertanyaan, bahkan terkadang bertingkah pura-pura lupa. Beberapa jawaban awa juga sering berbeda dengan jawaban selanjutnya.
Dalam rapat BIN Polda Sumsel, Haryon Hakim mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan aktifitas AKI sejak delapan bulan lalu, dengan menjadi anggota, AKI telah menyebar ke beberapa kabupaten/kota di Sumsel. Ternyata, apa yang diungkapkan Izeddin banyak berbeda dengan fakta di lapangan. “Jadi, lebih baik bertaubat dan kembalikan jemaah pengikut AKI ke ajaran Islam yang benar,” pinta dia.
Kasi Sospol Kejaksaan Tinggi Sumsel, Khaidir mengatakan, ajaran AKI memperbolehkan agama lain menjadi pengikutnya, dan sudah ditetapkan Kejati menyimpang, sehingga pihaknya akan kembali melakukan rapat dengan berbagai pihak termasuk Bakorpakem untuk membuat surat rekomendasi kepada Gubernur untuk ditetapkan menjadi SK Gubernur.
Kepala Kanwil Depag Sumsel, Drs H Najib Haitami MM menuturkan, untuk mengantisipasi menyebarnya aktifitas AKI di Sumsel, pihaknya telah menyebarkan edaran ke Kabupaten/kota untuk mensosialisasikan penghentian aktifitas AKI dan membina pengikutnya.
Kaban Kesbangpol Linmas Sumsel, Drs Rusli Nawi menyimpulkan, aliran AKI dilarang di Sumsel dan harus segera dihentikan, karena sudah meresahkan masyarakat dan menodai agama Islam. Ia memperkirakan, pengikut AKI di Sumsel mencapai ribuan tersebar di Palembang, OKI, Muara Beliti, Lahat, Muara Enim, Kayuagung dan lainnya. “Akan ada rapat lanjutan dengan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakor Pakem), untuk merekomendasikan Gubernur membuat SK pelarangan aktifitas, sehingga jika melanggar dapat dikenakan sanksi,” ujarnya.
Sedangkan Izzedin sendiri, akhirnya menandatangani surat pernyataan bahwa akan menghentikan dan membubarkan aliran yang diimaminya, dan menyatakan apa yang dilakukannya salah. Namun ia masih berkilah ia memimpin AKI di Sumsel, namun hanya sebatas regional Sako Kenten, menurutnya ada imam-imam besar lainnya yang tersebar di Palembang, seperti Harun Alrasyid di Macan Kumbang, Hipni di Jalan Soekarno Hatta, Alm.Iskandar, Rahman dan lainnya. “Setiap pemimpin bisa membawahi ratusan orang, seperti Hipni pengikutnya bisa sampai 300 an, saya hanya 25 orang,” ungkapnya.
Ia mengaku, belajar aliran ini sejak November 1998 belajar dengan seorang Pengayom bernama Iskandar di Palembang, ia mengaku tidak belajar lagi, namun membuka praktek pengobatan dan ramal di Sako Kenten. “Banyak orang minta liat jodoh dengan saya, banyak juga yang belajar dengan saya,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s