Pemerintah Perlu Menggunakan Kata Sandi

Posted: 04/12/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, Sumsel

Pemerintah Provinsi Sumsel, Kabupaten/kota, instansi-instansi swasta, kalangan TNI/Polri dan lainnya, dinilai perlu menerapkan penggunaan sandi-sandi saat membicarakan hal menyangkut kepentingan bangsa atau instansi, yang tidak dapat dipublikasikan.
Hal ini terungkap dalam Sosialisasi Persandian bertema ‘Peningkatan kesadaran pengamanan informasi di lingkungan Pemprov Sumsel’, diadakan di Graha Bina Praja Sumsel Kamis (4/12). Acara dihadiri unsur muspida Pemprov Sumsel. Kabupaten/kota, unsur TNI/Polri, Lanud, Lanal, Kabankesbang Polinmas Sumsel, perusahaan swasta dan lainnya.
Dalam sambutan Deputi Bidang Pembinaan dan Pengendalian Lembaga Sandi Negara RI, Brigjend TNI Ferdinand Imanuel SE, mengatakan,
sandi adalah proteksi/ perlindungan terhadap informasi yang sifatnya rahasia dan tertutup.
Penerapan sandi ini harus disiapkan dan perlu dimaksimalkan dalam mekanisme pemerintahan provinsi, karena tidak semua informasi dapat dipublikasikan secara vulgar ke masyarakat sehingga harus dikemas dengan sandi-sandi. “Contoh penggunaan sandi-sandi ini saat menggelar rapat rencana operasi pasar, agar jangan sampai bocor ke para spekulan,” katanya.
Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf mengatakan, jajaran Pemprov Sumsel diharapkan memahami persandian ini, karena ada hal-hal saat dalam pembicaraan atau rapat, perlu dirahasiakan dan hanya boleh diketahui orang-orang tertentu saja, persandian ini juga jangan disalahgunakan untuk kepentingan negatif.
“Saya minta persandian ini benar-benar diterapkan di Pemprov Sumsel agar dapat bermanfaat, akan saya bicarakan ke Gubernur,” kata Wagub.
Menurutnya, sandi menjadi penting ketika harus berbicara mengenai kepentingan rahasia bangsa dan Negara. Seperti dalam lingkungan intelejen, rahasia Negara itu sangat mahal. Sehingga SDM di persandian ini juga sangat berperan penting dalam pemerintahan, terlebih kecanggihan teknologi sekarang mempermudah orang menyadap pembicaraan.
“Tapi, tidak semua bahasan harus menggunakan kata sandi, Kepala Daerah seperti Gubernur, Walikota, Bupati harus tetap terbuka dan transparan kepada rakyatnya jika menyangkut tentang kesejahteraan rakyat atau pembangunan daerah,” katanya.
Bahkan Wagub menyarankan, jika harus meninjau Dinas, Biro atau Badan, Kepala Daerah sekali-kali tidak perlu memberitahukan kepada instansi tersebut, untuk mengetahui apa yang dikerjakan dan bagaimana kinerja bawahannya.
Sementara itu, Kaban Kesbang Polinmas Sumsel, Drs H Rusli Nawi menjelaskan, di Provinsi sudah memiliki bagian khusus persandian tepatnya di bawah Biro Umum.
Pentingnya menggunakan sandi kata Rusli saat pejabat membicarakan persoalan dan informasi penting dari pusat ke daerah-daerah, atau membicarakan rencana sidak. Sandi-sandi tersebut dapat berbentuk tulisan khusus, kata-kata khusus, berupa gerakan atau bunyi.
“Salah satunya menggunakan sandi morse, atau kata-kata kucing makan ikan yang diartikan pencuri telah ditangkap dan lainnya. Masa berlaku sandi-sandi tersebut juga ditentukan sesuai kesepakatan,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s