600 Desa Belum Dialiri Listrik

Posted: 04/12/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, Sumsel

Program pengaliran listrik alternatif tenaga surya dan mikro hidro dari Pemprov Sumsel, setiap tahunnya mampu melistriki 30-40 desa, hingga kini baru 2.200 desa terlistriki dan masih ada 600 desa lagi yang belum dialiri listrik.
Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel, Akhmad Bakhtiar diwawancarai di Kantor Gubernur Sumsel Kamis (3/12). Saat ini dari seluruh desa yang ada di Sumsel, baru 79,14 persen teraliri listrik dari program pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik mikro hidro, masih lebih dari 600 desa belum terlistriki.
“Sudah lebih 2.200 desa sudah dialiri listrik tenaga alternatif
ini dan merata di daerah-daerah di Sumsel, dan tetap melalui proses seleksi, jangan sampai ada kabupaten yang sudah 80 persen teraliri listrik sementara yang lainnya baru 40 persen, jadi harus merata,” katanya.
Dijelaskan Bakhtiar, setiap tahun sekitar 30-40 desa terlistriki, pendanaannya dari dana APBN untuk 20 desa, dana APBD Provinsi untuk 10 desa, dan dana APBD Kabupaten untuk 5-10 desa. “Pada 2009 sekitar 30 desa sudah teraliri listrik, pada 2010 diprogramkan sekitar 30 desa lagi, alokasi dana APBD Provinsi setiap tahunnya sekitar Rp6 miliar-Rp7 miliar, sementara dana dari APBN turun berdasarkan kebutuhan dan keputusan dari Pimpro,” jelas dia.
Bakhtiar mengatakan, jika setiap tahun pemerintah hanya mampu melistriki 30-40 desa, dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk melistriki 600 desa sisa yang terprogram, namun jika pemerintah menambah anggaran dan menambah kapasistas energi alternatif maka akan bisa lebih cepat.
“Kita sedang mencoba untuk mencari terobosan untuk energi baru terbarukan, sebagai alternatif lain untuk energi listrik seperti dengan biodiesel, agar lebih banyak lagi desa-desa dapat terlistriki,” terang dia.
Selama ini sambung dia, telah dicari energi alternatif selain tenaga surya dan mikro hidro, bahkan sudah banyak diketemukan, hanya saja solusi ini baru sebatas di laboratorium, belum bisa diaplikasikan.
Mengenai kelistrikan di Sumsel, Bakhtiar menjelaskan, sebetulnya pembangkit listrik yang ada di Sumsel sudah bisa memenuhi kebutuhan listrik di Sumsel, namun karena Sumsel masuk ke dalam sistem interkoneksi, maka setiap ada kelebihan listrik akan didistribusi ke tempat lain, akhirnya Sumsel kekurangan listrik.
“Kebutuhan listrik di Sumsel ini sekitar 600 mw lebih, tapi pada 2011 kita akan ada tambahan dari listrik dari pembangkit di Keban Agung 2×135 mw, Simpang Belimbing 2×150 mw, dan beberapa lokasi yang sekarang ini mempersiapkan diri membangun PLTU mulut tambang,” tutupnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s