Aliran AKI Dua Kali difatwa Sesat

Posted: 03/12/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, SUmsel

Aliran Amanat Keagunan Ilahi (AKI) sudah dua kali difatwa sesat oleh Majelis Ulama Islam (MUI) Sumsel, bahkan telah diterbitkan SK dari Kejati menyebutkan AKI aliran menyimpang. Tidak ada alasan lagi AKI tidak menghentikan kegiatan, jika masih masyarakat dapat melaporkan ke polisi untuk dibubarkan.
Hal ini terungkap dari hasil rapat jajaran MUI Sumsel dan Kanwil Depag Sumsel, di sekretariat MUI Sumsel di Jalan Kapten Anwar Sastro Rabu (2/12). Ketua Komisi Fatwa MUI Sumsel, Drs KH M Lutfi Izzuddin MHum, mengatakan, aliran AKI pertama kali telah difatwa sesat pada 1993, seiring itu dikeluarkan juga SK Kejati yang melarang aliran AKI karena dianggap menyimpang.
“Berdasarkan investigasi komisi pengkajian di lapangan, diputuskan aliran ini sudah meresahkan sehingga perlu dikeluarkan fatwa penegasan, bahwa AKI adalah aliran sesat menyesatkan dan sudah melakukan penodaan ajaran Agama Islam, sehingga dikhawatirkan timbul konflik antara umat beragama,” katanya.
Dijelaskan Lutfi, ada tiga dasar memperkuat AKI adalah aliran sesat menyesatkan, pertama AKI meniadakan kewajiban shalat fardlu bagi pengikutnya, kedua meniadakan kewajiban Puasa Ramadhan bagi pengikutnya, ketiga tidak menjadikan Alquran dan sunnah sebagai sumber ajaran, namun hanya menjadikan ajaran imam sebagai sumber ajaran.
“Shalat dan puasa yang ditiadakan berarti sudah merusak Rukun Islam, ketika rukun Islam itu rusak maka mereka telah sesat,” tegasnya.
Namun, MUI Sumsel tidak memiliki kapasitas untuk membubarkan, dan ketika fatwa ini dikeluarkan, MUI berharap pihak berwenang untuk bersikap tegas karena aliran ini sudah meresahkan masyarakat. “Dari hasil investigasi, ada satu keluarga melaporkan orang tuanya ke MUI karena resah orang tua mereka mengikuti ajaran ini,” terang dia.
MUI Sumsel mengimbau, para pengikut AKI segera bertaubat dan kembali kepada Agama Islam yang sebenarnya, kepada para tokoh agama di Sumsel, diminta untuk membina dan menerima pengikut AKI jika ingin kembali ke Agama Islam sebenarnya.
Ketua Komisi Pengkajian MUI Sumsel, KH Amin Dimyati menambahkan, aliran AKI hanya memperbanyak zikir sementara rukun Islam yang wajib seperti salat dan puasa ditiadakan, AKI juga menganggap bahwa imam mereka sebagai sandaran hukum. Aliran AKI juga melakukan zikir pada malam hari dengan kondisi lampu dirumah dimatikan.
“Kita tidak tahu apa yang mereka lakukan, apa memang berzikir atau lainnya, dan mereka mengangkat imam jika seseorang sudah menyembelih sapi atau kambing. Ini bukti, mereka bukan beriman kepada Allah melainkan kepada imam yang ditunjuk atau angkat sendiri,” jelas dia.
Sementara itu, Kasubbag Hukmas dan KUB Kanwil Depag Sumsel, Saefudin Latief SAg menjelaskan, Kanwil Depag Sumsel akan mengadakan rapat dengan berbagai pihak seperti kepolisian, kejaksaan, kesbangpol dan lainnya. “Kita belum bisa mengatakan sesat atau tidak, sebelum diadakan rapat dengan berbagai pihak terkait,” tutupnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s