Pemprov Kaji Ulang Penyerobotan Lahan di Muba

Posted: 02/12/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, Sumsel
Tim Provinsi dan Kabupaten untuk penyelesaian kasus penyerobotan lahan petani Desa Sinar Harapan dan Desa Tampang Baru di Muba yang dilakukan oleh PT. Berkat Sawit Sejati (BSS), telah menetapkan 15 titik batas wilayah. Namun Pemprov akan melakukan kajian ulang terhadap surat menyurat demi tuntasnya kasus tersebut.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumsel, Mulyadin Roham diwawancarai di Kantor Gubernur Jumat (1/12). Tim penyelesaian kasus sudah mengambil dan melacak batas Desa Sinar Harapan dengan Desa Tampang Baru, yang bersengketa dengan PT BSS.
“Jadi, hasilnya kita mengacu kepada pencadangan lahan transmigrasi tahun 1983, yaitu
batas peta pencadangan lahan itulah yang merupakan batas desa, itu sudah kita lacak dan sudah dipasang pilar permanen di 15 titik, sebagai batas Desa Sinar Harapan dan Desa Tampang Baru,” kata Mulyadin.
Sebanyak 15 titik pilar permanen tersebut kata dia, panjangnya sekitar 10 km dengan luas lahan milik masyarakat yang dipermasalahkan sekitar 100 hektar, terdiri dari 51 hektar lahan bersertifikat, dan 49 hektar lahan SPH (surat pelepasan hak), lahan sendiri sebagian memiliki tanaman.
Namun, Mulyadin membantah jika permasalahan lahan tersebut disebut bersengketa. “Itu bukan sengketa lahan, permasalahannya itu adalah pada HGU PT BSS itu banyak kepemilikan tanah masyarakat,” jelasnya.
Untuk itulah, pihaknya akan melakukan kajian ulang dengan mengumpulkan surat-surat untuk menyesuaikan batas wilayah dan memeriksa surat HGU milik PT BSS.
“Terhadap hal ini, kita akan lakukan kajian lebih lanjut mengumpulkan surat-suratnya, kita akan sesuaikan dengan batas wilayah itu, dan akan meneliti surat-surat dalam HGU itu,” katanya lagi.
Dalam penyelesaian ini, pihaknya juga akan dibantu oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Sumsel, terkait surat-surat kepemilikan tanah, untuk mencarikan jalan keluar terbaik agar tidak lagi terjadi perselisihan. “Tim Provinsi dan Kabupaten akan difasilitasi Kanwil BPN Sumsel untuk menyelesaikan hal ini, tapi yang jelas Camat dan Kepala Desanya sudah sepakat dan sependapat, dengan batas yang sudah kita lacak dan ditetapkan, jadi tidak ada masalah lagi,” terang dia.
Ditanyai beberapa kali mengenai nama daerah-daerah dan posisi persis 11 titik perbatasan yang dipermasalahkan Mura dan Muba, dimana 6 titik diantaranya telah disetujui dan telah dipasang tapal batas permanent, Mulyadin tidak mau berkomentar banyak. “Saya tidak tahu itu,” katanya singkat.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s