Lima Persen Hutan Sumsel Dibalak Liar

Posted: 02/12/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, Sumsel

Kondisi pembalakan liar di Sumsel mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun lalu, seiring dilakukan pengawasan dan kerjasama Dinas Kehutanan dan mitra-mitra perusahaan. Disebutkan, masih sekitar 5 persen hutan di Sumsel dibalak liar, salah satunya di Kabupaten Muba.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Sigit Wibowo disela acara penanaman pohon one man one tree di Bandara SMB II Palembang Senin (30/11). Sigit mengaku, masih ada kegiatan pembalakan liar di Sumsel. “Memang masih ada kegiatan-kegiatan illegal logging, terutama di daerah-daerah perairan di Kabupaten Musi Banyuasin, tapi hasil pantauan kita tidak separah tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Namun disebutkannya, presentase pembalakan liar hutan di Sumsel tidak terlalu banyak, atau sekitar lima persen, dan cenderung menurun dari tahun-tahun lalu, karena ada kegiatan terpadu antara perusahaan dengan dinas kabupaten untuk menjaga wilayah tersebut, dan hampir hutan tanaman yang dikelola mitra Dishut relatif sudah cukup terjaga.
“Karena di lokasi hutan-hutan sudah ada kegiatan mitra kehutanan, dalam rangka pembangunan persiapan Perdagangan Karbon (Carbon Trade), dan juga ada perusahaan yang menggarap HTI di lokasi sekitar itu, sehingga memberikan dan membantu kita dalam rangka pengawasan hutan,” jelasnya.
Sementara itu, pada acara penanaman pohon sendiri, dalam sambutannya Sigit mengatakan, kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati hari penanaman nasional, perempuan tanam dan pelihara pohon tahun 2009.
“Untuk Sumsel sudah 1.250 juta pohon tertanam dari program-program yang dijalankan salah satunya melalui program one man one tree ini,” katanya.
Penanaman pohon ini sambung dia, bertujuan mewujudkan pengurangan global warming/pemanasan global, peningkatan absorbsi gas, pencegahan banjir dan lainnya. Diharapkannya, lebih banyak lagi pohon tertanam di Sumsel, bahkan ia berharap bibit tertanam sebanyak jumlah penduduk Sumsel yang sekitar tujuh juta. Dishut sendiri sebagai penggerak, fasilitasi dan penyedia bibit.
“Penanaman hari ini sebanyak 120 bibit, alas an dilakukan di Bandara SMB II, untuk mewujudkan Eko Airport SMB II Palembang. Gerakan ini juga serentak dilakukan kabupaten/kota,” terang dia.
Sedangkan, Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin, mengajak dan mengimbau, masyarakat Sumsel dan Dinas Kehutanan melakukan penanaman pohon secara terus menerus, tidak hanya tahunan atau dengan jumlah bibit tertentu.
Hal itu untuk mengimbangi pembalakan liar dan pengrusakan hutan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. “Hari ini kita menanam 150 batang pohon, tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kerusakan hutan yang dalam satu hari mencapai 1 juta hektar, jadi penanaman pohon harus dilakukan secara terus menerus, tanpa harus menunggu momen-momen tertentu,” pintanya.
Lebih lanjut kata Alex, satu hektar lahan hutan dapat menghasilkan karbon yang akan dibeli oleh negara-negara lain, dengan harga yang sebanding dengan harga kayu satu hektar jika lahan tersebut tidak ditebang.
Sebaliknya, akan sulit mengembalikan hutan ke kondisi normal jika sudah dilakukan pembalakan liar, yaitu membutuhkan waktu 20-25 tahun, selain itu pembalakan liar sedikitnya dapat membuat punah sekitar 3.000 spesies tumbuhan dan hewan.
“Upaya pengawasan dan perbaikan kondisi hutan harus dilakukan, dan penanaman ini jangan dikota saja tetapi juga di daerah, agar program penanaman 1.250.000 pohon dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.Agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s