20 Pasang Pengantin Akad Nikah Di Udara

Posted: 29/11/2009 in Home / Beranda
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Sebanyak 50 pasang pengantin diakad nikahkan secara missal gratis oleh Rokok Joged di Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya Sabtu (28/11), 20 pasang dinikahkan di udara, 30 pasang dinikahkan di tenda.

Pantauan di lapangan, 50 pasang pengantin terlihat ada yang gugup ada yang tenang saja, begitu juga saat di balon udara, beberapa pengantin dan penghulu, terlihat gugup dan terbata, tidak sekali juga penghulu ikut tidak konsentrasi terbata karena tidak terbiasa menikahkan di atas udara.

Disela kegiatan, Ketua Panitia, Fitri menjelaskan, pihaknya kemarin menikahkan 50 pasang pengantin dari Palembang, 30 pasang dinikahkan ditenda, 20 pasang dinikahkan di atas balon udara. “Kita akan memecahkan rekor muri (Museum Rekor Indonesia), dengan menikahkan 20 pasang pengantin di udara dengan ketinggian sekitar 30 meter, pada 2008 lalu nikah massal di atas trailer,” katanya.

Dijelaskan, penghulu yang dilibatkan sebanyak empat penghulu dari Palembang, antara lain Thamrin Yusuf dari Keramasan, Erwadi Yahya dari Kemang Agung, M Syahri, dan lainnya. Menurutnya, setiap tahun Rokok Joged mengadakan nikah massal dengan cara yang berbeda-beda, dan kali ini di tahun ketiga nikah massal di balon udara.

“Setelah dinikahkan, mereka akan diarak keliling kota menggunakan bus, dan iring-iringan motor. selain akad nikah di atas balon udara, juga digelar kegiatan Pesta Rakyat Joged menghadirkan Wali Band,” jelasnya.

Salah satu pasangan pertama yang menikah di balon udara, Iwan (37) dan Maryani (35) mengaku deg-degan dan gugup, karena baru pertama kali menikah, langsung di atas udara. “ Seneng tapi deg-degan,” kata Maryani. Sementara pasangan lelakinya Iwan mengaku tidak takut ketinggian, meski sempat gugup. “Saya kerja di tower jadi gak takut, tapi tadi sedikit gugup,” ungkapnya.

Penghulu pertama yang menikahkan pengantin di udara, M Syahri mengatakan, ini pengalaman pertamanya menikahkan pengantin di udara, sehingga ia merasa dag dig dug, dan sedikit tidak konsentrasi karena goyangan balon udara. “Saya belum biasa menikahkan pengantin di udara karena banyak tertiup angin,” kata warga Karya Jaya ini. agustian pratama

Comments
  1. mobil88 says:

    Blog yang luar biasa, artikel yang cukup menarik, maju terus pantang mundur…perang kali..
    http://mobil88.wordpress.com
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s