Posted: 24/11/2009 in Home / Beranda

PT Pelindo Tentukan Titik Pelabuhan
InformasiPagi, Sumsel

Pelabuhan pengangkut batubara yang akan dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) bekerjasama Pemprov Sumsel, kemarin Senin (23/11) di Hotel Aryadutha dipresentasikan. PT Pelindo II akan membangun pelabuhan di Tanjung Carat dekat Tanjung Api-api.
Dalam presentasi pihak Pelindo bersama konsultan memaparkan Pra Feasibility (FS) kepada Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, Asisten II PEmprov Sumsel, Eddy Hermanto dan para pejabat Pemprov Sumsel. Mereka memaparkan, perencanaan, pengoperasian, sisi ekonomis dan pembiayaan pembuatan pelabuhan, dengan pengelolaan berstandar internasional.
Pihak Pelindo juga menyampaikan beberapa metodelogi, mulai dari pemaparan kondisi pertambangan, produksi, pengiriman, letak geografis sungai dengan juga memperhatikan masalah lingkungan sekitar.
Direktur PT Pelindo, R J Lino usai rapat, mengtakan, sebelum dilakukan pembangunan pelabuhan, pihaknya melakukan penentuan posisi pelabuhan dengan melakukan penentuan alur sungai, feasibility study (FS), sedimentasi dan reklamasi. Reklamasi Sungai Musi diperlukan melihat kondisi Sungai Musi yang rentan sedimentasi sehingga mempercepat pendangkalan sungai.
“Kita harus menentukan kawasan yang tepat untuk dijadikan pelabuhan, salah satu caranya adalah melakukan reklamasi, dan dari hasil survei, daerah yang cocok itu di kawasan Tanjung Carat,” jelasnya.
Dipilihnya kawasan ini kata Lino, memiliki kedalaman air standar untuk kapal yaitu mencapai 17 meter, dan setelah dikaji dibeberapa kawasan lain kedalaman hanya sekitar empat meter sehingga tidak memenuhi standar.
“Dikawasan pelabuhan tersebut kita juga akan lakukan pengerukan lagi, hingga kedalaman 400-500 meter agar kapal besar mencapai 150 dwt bisa masuk, sehingga dalam setengah hari dapat mengumpulkan 60.000 ton Batubara dari maksimal pengangkutan 30.000-40.000 ribu ton perhari,” katanya.
Jika kedalaman air sekitar 20 meter saja sambungnya, hanya untuk ukuran kapal tongkang, dan untuk mengangkut Batubara yang mencapai 60.000 ton butuh waktu 10 hari. Untuk itu, jika pengangkutan batubara menggunakan kapal besar dapat berjalan, akan menaikkan harga Batubara Sumsel sebesar 5-6 dolar/ton.
“Dari sisa tanah galian sedimentasi Sungai Musi, di kawasan pelabuhan tersbut, akan dilakukan reklamasi untuk membuat pulau 100 hektar, yang dapat difungsikan sebagai pelabuhan pulau, atau tempat penyimpanan Batubara sebelum pengangkutan,” jelas dia.
Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, pihak Pelindo II bersama kosultan dari Inggris mempersentasikan pemantapan alur sungai dan loading batubara dari pelabuhan kawasan TAA, pembangunan pelabuhan ini katanya demi kesejahteraan rakyat Sumsel.
“Batubara di Sumsel ini memang harus diekploitasi secara besar-besaran, dan proses pembangunan itu harus cepat dilakukan oleh investor dan pada 2010 kontraktor sudah bekerja, baik pondasi atau pengerukan,” harap Alex.
Sedangkan, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sumsel, Ir Sarimuda MT mengatakan, Tanjung Carat memang pas untuk dijadikan pelabuhan, karena kedalaman air yang memenuhi standar, mudah dijangkau transportasi kereta api, juga tidak jauh dari lokasi pengangkutan yang selama ini ada yaitu di Tanjung Lago.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s