Posted: 23/11/2009 in Home / Beranda

Produktifitas Sawit Sumsel Digenjot
InformasiPagi, Sumsel

Selama ini, produktifitas perkebunan kelapa sawit di Sumsel masih dirata-rata 25 ton/hektar/tahun, Dinas Perkebunan Sumsel, melakukan upaya peningkatan produktifitas ini hingga 35 ton/hektar/tahun. Melalui pemilihan bibit/benih, pengairan dan lainnya.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Singgih Himawan, Sabtu (22/11). Pihaknya terus melakukan pengecekan terhadap perkembangan produktifitas perkebunan sawit di Sumsel, hingga kini produktifitasnya baru mencapai 25 ton/hektar/tahun sehingga perlu digenjot untuk ditingkatkan lagi.
“Kalau sekarang, kan produksi sawit kita setiap tahunnya rata-rata masih di 25 ton/hektar/tahun, ini tergolong belum baik, dan paling tinggi angka produksi sekitar 33-35 ton/hektar/tahun, ini masih harus ditingkatkan,” katanya.
Meski ada daerah yang sudah mencapai 35 ton/hektar/tahun yaitu di perusahaan Hindoli dan OKI, Dinas Perkebunan Sumsel berharap ke depan rata-rata produksi sawit di Sumsel tembus 35 ton/hektar/tahun bahkan lebih.
“Kita harapkan produktifitasnya mencapai 35 ton/hektar/tahun, beberapa daerah sudah ada yang mencapai itu tapi belum keseluruhan, secara bertahap kita harap tidak berhenti di angka 25 ton atau 35 ton, tapi harus naik lagi produksinya 45 ton/hektar/tahun atau lebih,” harapnya
Untuk itu, pihaknya kata Singgih telah melakukan upaya-upaya percepatan guna peningkatan produktifitas perkebunan sawit di Sumsel, melalui pemilihan benih yang baik, pemanfaatan teknologi atau informasi budidaya pengaturan air, pemupukan juga untuk pemanenan.
“Produksinya harus mulai ditingkatkan, kita harus berhati-hati dalam pemilihan bibit atau benihnya, karena banyak orang berfikir singkat dengan membeli benih yang murah padahal kualitasnya jelek. Pola pengairan dan pemupukan juga perlu diperhatikan, karena banyak pemberian pupuk yang tidak sesuai dengan volume, maka hasilnya tidak seperti yang diharapkan,” jelas dia.
Namun, pihaknya tidak memiliki target dan tidak dapat memprediksi kapan akan tercapai rata-rata 35 ton/hektar/tahun, karena tahun tanam kebun-kebun di Sumsel yang bervariasi.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perkebunan Sumsel, Ir Anung Riyanta MSc menjelaskan, produktifitas perkebunan juga dipengaruhi oleh cuaca dan musim, jika musim kemarau produktifitas perkebunan bisa terganggu khususnya perkebunan yang belum menghasilkan.
“Faktor cuaca dan musim, memang juga menjadi faktor keberhasilan di sektor perkebunan, setiap tahun cuaca itu pasti mempengaruhi produktifitas perkebunan, akan terganggu di saat kemarau tapi saat ada potensi hujan akan kembali meningkat,” jelas dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s