Posted: 23/11/2009 in Home / Beranda

Lumbung Pangan Harus Segera Dievaluasi
InformasiPagi, Sumsel

Program lumbung pangan Pemprov Sumsel harus segera dievaluasi demi percepatan program tersebut, Badan Ketahanan Pangan Sumsel, melibatkan pihak perguruan tinggi yang terlibat dalam tim, telah melakukan persiapan evaluasi sudah mencapai 90 persen.
Demikian dikatakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumsel, Ir Hj Nelly Rasdiana MSI diwawancarai Sabtu (22/11). Dalam waktu dekat Pemprov Sumsel dan perguruan tinggi negeri Unsri beserta tim lumbung pangan lainnya, segera melakukan rapat evaluasi.
“Kita akan bersama-sama tim lumbung pangan, akan mengevaluasi program lumbung pangan, yang telah dibangun selama ini dibeberapa kabupaten, yang merupakan sentra-sentra produksi,” kata Nelly.
Beberapa kabupaten yang akan dievaluasi tersebut antara lain Mura, Okut dan Banyuasin. Selama ini ujar Nelly, lumbung pangan telah berfungsi baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Salah satunya ya dalam hal cadangan pangan, untuk mengantisipasi jika terjadi masalah pangan di suatu daerah,” jelasnya.
Menurutnya, persiapan evaluasi sudah mencapai 90 persen, dan tengah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk melaksanakannya, termasuk pihak Unsri yang juga terlibat dalam tim evaluasi.
“Yang jelas, evaluasi sementara ini, Provinsi Sumsel untuk ketersedian pangannya malah berlebih, salah satunya untuk ketersediaan komoditi beras,” ungkapnya.
Namun, selain beras pihaknya ujar Nelly juga fokus ke bahan makanan pokok lainnya, dan juga membangun potensi pangan lokal daerah untuk mewujudkan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan.
Sementara Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf menegaskan, lumbung pangan ini harus segera dievaluasi khususnya di daerah-daerah yang berprospek tinggi penghasil beras atau penghasil tanaman pangan. Evaluasi diharapkan menemui peluang-peluang potensi lumbung pangan baru, seperti mencetak sawah baru, memperbaiki irigasi-irigasi kecil juga irigasi besar, namun untuk mewujudkannya diperlukan juga peran semua dinas terkait.
“Potensi lumbung pangan sudah ada di Lubuk Linggau dan OKUT karena ada irigasi teknis, tapi harus potensi lainnya perlu dikaji dan diinvetarisir lagi, potensi mana yang harus ditingkatkan dan mana yang harus dibangun, lumbung pangan itu kan tidak hanya beras tapi umbi-umbian juga,” katanya.
Sebelumnya, Kadivre Bulog Sumsel, Ir Teddy Mulwady mengatakan, produksi beras Sumsel berlebih sehingga dapat membantu konsumsi beras ke Provinsi lain seperti Bengkulu. Sehingga dari komoditi beras saja kata Teddy, Sumsel sudah dapat dikatakan lumbung pangan.
Pada 2008 Bulog mampu membeli beras dari petani dan mitra kerja mencapai 112.650 ton, yang merupakan rekor sejak berdirinya Divre Sumsel. “Pada 2009 dari target 135 ribu ton, pembelian beras Bulog dari petani hingga kini sudah mencapai sekitar 132 ton beras, tinggal sekitar 3.000 ton lagi target akan tercapai. Pada 2010 target kita naikkan mencapai 145 ribu ton,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s