Posted: 21/11/2009 in Home / Beranda

Sumsel Kekurangan Dokter Puskesmas
InformasiPagi, Sumsel

Karena alasan fasilitas yang kurang memadai atau akses dan jarak yang jauh, membuat para dokter di Indonesia tidak bersedia ditempatkan didaerah terpencil. Sementara untuk Sumsel sendiri, dari 247 puskesmas se Sumsel 40 persennya puskesmas tidak ada dokter umum.
Dalam Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-27 di Hotel Aryadutha Jumat (20/11), dalam sambutannya Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, banyak dokter yang tidak mau ditempatkan ke daerah-daerah terpencil, karena
kemungkinan alasan tempatnya, atau fasilitasnya yang kurang memadai. Namun, pada pemerintahannya, ia mengaku akan memecahkan persoalan ini. “Alasan para dokter mungkin masalah fasilitas, tapi nanti kita akan usahakan ke depan, dan penempatan dokter juga akan melibatkan IDI, kita lihat nanti,” katanya.
Pernyataan ini membuat salah satu peserta Muktamar tidak menyetujuinya, pada sesi pertanyaan ia mengklarifikasi, bahwa dokter sanggup ditempatkan ke manapun untuk melayani masyarakat. “Para dokter, saya yakin mau dan sanggup ditempatkan ke mana saja juga di daerah terpencil, pemerintah harus menyiapkan infrastruktur yang baik ke depan, dan IDI perlu dilibatkan, karena selama ini tidak dilibatkan oleh Depkes,” keluhnya.
Disela acara peresmian gedung RSMH di RSMH, Kadinkes Sumsel, Zulkarnain Sumsel, mengatakan, alasan para dokter memilih tempat di kota besar disbanding daerah, karena di kota lebih nyaman dalam arti para dokter bisa langsung praktek dan lainnya. Sementara di desa selain jarak jauh, fasilitas kurang dan lainnya, untuk itu ke depan Depkes mempertimbangkan kebijakan untuk penuhi kehendak semua pihak.
“Depkes akan mengusahakan daerah-daerah khususnya Puskesmas, tidak lagi kekurangan dokter, dan para dokter juga akan mau ditempatkan dimana saja dengan kebijakan pemerintah yang dapat menjamin mereka,” jelas dia.
Diungkapkannya, Sumsel masih kekurangan jumlah dokter Puskesmas, jika dirata-ratakan dari 247 puskesmas di Sumsel sekitar 40 persen tidak ada dokter umumnya. Oleh karena itu perlu ada kebijakan nasional seperti era 1990 an, dimana pada masa tertentu para dokter di daerah terpencil dapat diangkat menjadi PNS.
“Kalau sekarang kan kalau mau jadi PNS harus melalui tes, tidak seperti dulu, kita terus berupaya mengusulkan ini, agar ada kebijakan seperti dulu, ketika sudah dalam satu atau berapa tahun mengabdi di daerah, para dokter dapat langsung diangkat,” harapnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s